Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal melepas keberangkatan pertama calon jemaah haji Lampung di Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung, Minggu (26/4/2026).
Sebanyak 445 jemaah asal Kota Bandar Lampung diberangkatkan dalam kloter perdana tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menitipkan doa khusus kepada para jemaah.
Ia berharap, di Tanah Suci para jemaah turut mendoakan kemajuan dan kesejahteraan Lampung.
“Titip doa semoga Allah Ta’ala membantu daerah kita, membantu anak-anak kita yang sedang berjuang, para pelajar dan generasi muda agar kelak menjadi kebanggaan dan masa depan Lampung,” ujarnya.
Mirza juga meminta agar jemaah mendoakan agar Lampung terus berkembang menjadi daerah yang maju, religius, dan penuh keberkahan dalam menyongsong visi Indonesia Emas.
Pada kesempatan itu, ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua orang mendapatkan kesempatan tersebut, meskipun telah lama menunggu.
“Yang berangkat hari ini adalah orang-orang pilihan Allah. Banyak yang sudah menunggu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, namun belum mendapat panggilan. Maka syukuri kesempatan ini,” katanya.
Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga niat, kesabaran, dan keikhlasan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Menurutnya, haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Haji bukan sekadar melihat Ka’bah atau berkunjung ke Tanah Suci, tetapi perjalanan jiwa untuk menundukkan ego dan memperbaiki diri,” tegasnya.
Mirza juga menyinggung kebijakan baru pemerintah pusat terkait pembagian kuota haji yang mulai diterapkan pada 2026.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan masa tunggu jemaah agar lebih merata, dengan rata-rata antrean sekitar 26 tahun.
“Ini adalah upaya menghadirkan keadilan bagi umat Islam agar kesempatan berhaji bisa dirasakan lebih merata,” jelasnya.
Ia pun berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta fokus menjalankan ibadah selama di Tanah Suci.
Selain itu, ia mengingatkan agar tidak mengalihkan niat utama ibadah dengan hal-hal lain.
“Jaga hati dan niat. Jangan sampai tujuan utama beribadah bergeser. Fokuslah pada ibadah, perbanyak doa, dan manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” tandasnya. (*)















