LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Timur — Hampir setahun ini, nelayan di Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut.
Suryadi (55) pembina nelayan di Desa Labuhan Ratu mengatakan, hampir setahun dari musim panen ikan hingga selesai dan bahkan menjelang musim melaut lagi, belum ada kebijakan dari pihak terkait mensikapi nelayan kesulitan mendapat BBM subsidi di SPBU.
Sementara pesisir laut di Lamtim tidak semua memiliki SPBN. Sedangkan SPBU belum menerima rekomendasi dari Dinas Perikanan perihal pengisian BBM subsidi.
“Untuk melaut, kami kami membeli minyak dari pengecor BBM di SPBU,” kata Suryadi, Rabu (14/9/2022).
Mayoritas kapal nelayan yang ada di Labuhan Ratu, berukuran 10 gross tonnase atau masih dibawah 30 gross stonnase.
Sehingga tak ada alasan bagi nelayan untuk tidak memperoleh solar sesuai Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014.
Tokoh nelayan Labuhan Maringgai, Andi Baso mengatakan, SPBN di Labuhanmaringgai ada dua, tetapi hanya satu SPBN yang beraktivitas. Meski demikian, nelayanan tetap kesulitan mendapat BBM.
Untuk itu, para nelayan meminta kepada pihak Pertamina dan yang terkait lainnya untuk mempermudah pengisian nelayan di SPBU menggunakan jeriken.
Karena nelayan sudah tidak boleh membeli solar menggunakan jeriken di empat SPBU yang menjadi rujukan, yakni Matarambatu, Bandarsribawono, Labuhanmaringgai, dan Pasirsakti.
“Nelayan berharap Pemerintah Derah mencarikan solusi soal solar ini. Agar nelayan bisa kembali menggunakan jeriken ketika membeli solar di SPBU,” ungkapnya. (*)
Red















