LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Nilai Ekspor Provinsi Lampung pada bulan Mei 2023 mengalami penurunan sebesar US$28,41 juta, atau setara Rp424 miliar (kurs 1 Dolar setara Rp15 ribu).
Nilai ekspor tersebut totalnya mencapai US$288,09 juta, sementara di bulan April mencapai US$316,50 juta, artinya ada penurunan 8,98 persen.
Berdasarkan keterangan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, ada sepuluh golongan utama barang yang diekspor di bulan Mei.
Rinciannya yaitu lemak dan minyak hewan/nabati, kopi, teh, rempah-rempah, batu bara, olahan dari buah/sayuran, bubur kayu, ikan dan udang, sisa industri makanan, kayu, barang dari kayu, hasil penggilingan serta daging dan ikan olahan.
“Selama sebulan terakhir terjadi penurunan ekspor di sektor pertambangan dan lainnya sebesar 57,04 persen. Sedangkan industri pengolahan naik sebesar 2,28 persen, pertanian naik sebesar 108,45 persen,” jelas Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Provinsi Lampung, Riduan, Senin (3/7/2023).
Secara rinci, penurunan ekspor ini terjadi pada empat golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati 13,93 persen, batu bara 57,04 persen, bubur kayu/pulp 11,16 persen, kayu dan barang dari kayu 2,46 persen.
Sedangkan golongan barang yang mengalami peningkatan adalah kopi, teh, rempah-rempah 112,90 persen, olahan buah sayuran 10,93 persen.
Kemudian ikan dan udang naik 38,99 persen, ampas sisa industri makanan 17,67 persen, hasil penggilingan 212,58 persen, daging dan ikan olahan 100,48 persen.
“Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Mei 2023 adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Pakistan, Vietnam, Belanda, Italia, Bangladesh, Jepang, India, dan Korea Selatan,” jelas Riduan.
Impor Naik Drastis 37,07 Persen
Nilai impor Provinsi Lampung di bulan Mei mengalami peningkatan sebesar US$48,07 juta atau naik 37,07 persen. Total nilai impornya mencapai US$177,77 juta.
Dari sepuluh golongan barang impor utama, enam golongan barang mengalami peningkatan.
Rinciannya biji-bijian berminyak naik 1.810,96 persen, binatang
hidup naik 12,62 persen, gandum-ganduman naik 61,13 persen, besi dan baja naik 168,7 persen, berbagai produk kimia naik 135,89 persen, serta bahan kimia anorganik naik 34,68 persen.
Sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan adalah ampas/sisa industry makanan turun 30,51 persen, pupuk turun 8,74 persen, mesin-mesin/pesawat mekanik turun 9,75 persen, serta bahan kimia organik turun 36,93 persen.
Negara pemasok barang impor terbanyak ke Lampung adalah Angola US$84,34 juta, AS US$22,08 juta, Australia US$16,63 juta dan Brazil US$12,59 juta.
Kemudian Thailand US$11,78 juta, Tiongkok US$7,63 juta, Singapura US$5,43 juta, Fed Russia US$4,92 juta, Taiwan US$3,58 juta dan Malaysia US$2,05 juta. (*)
Red















