lampungcorner.com – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) menggelar Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) lahan pertanian, Selasa (3/2/2026)
Rakor ini dihadiri Dinas Pertanian dari seluruh Kabupaten/Kota serta berbagai instansi lain yang terkait dengan pertanian, rapat dipimpin oleh Kepala Dinas KPTPH Lampung, Elvira Umihani.
Dalam rapat tersebut dipaparkan capaian LTT di 15 kabupaten/kota se-Lampung, sekaligus penyampaian target luas tambah tanam pada Februari 2026 dengan total luasan mencapai 58.905 hektare.
Target tersebut tersebar di seluruh daerah, dengan Lampung Tengah menjadi wilayah dengan target terluas yakni 20.428 hektare, disusul Lampung Timur 10.895 hektare dan Lampung Selatan 5.311 hektare.
Kabupaten Tanggamus ditargetkan 4.766 hektare, Mesuji 3.405 hektare, Lampung Utara 3.813 hektare, serta Way Kanan 2.724 hektare.
Sementara itu, Tulang Bawang dan Pesawaran masing-masing ditargetkan 2.043 hektare, Lampung Barat 1.634 hektare, Pesisir Barat 817 hektare, Tulang Bawang Barat 613 hektare, Pringsewu 272 hektare, Metro 136 hektare, dan Bandar Lampung hanya 5 hektare.
Adapun pada Januari 2026, sebanyak 14 kabupaten/kota meraih rapor hijau karena berhasil mencapai target luas tambah tanam.
Satu-satunya daerah yang mendapat rapor kuning adalah Kota Bandar Lampung dengan capaian 68,41 persen.
Beberapa daerah bahkan berhasil melampaui target LTT (lebih dari 100 persen) pada bulan tersebut.
Di antaranya Lampung Selatan dengan capaian 113 persen, Mesuji 110,24 persen, Pesisir Barat 108,22 persen, serta Lampung Utara 104,52 persen.
Lampung Barat juga mencatat capaian 102 persen, Way Kanan 102,12 persen, Pesawaran 102,42 persen, dan Metro 101,70 persen.
Elvira Umihani juga menyampaikan bahwa hasil panen Provinsi Lampung mengalami peningkatan signifikan sebesar 410 ribu ton atau naik 15 persen dalam satu tahun terakhir.
“Ini capaian yang positif. Untuk itu saya mendorong seluruh jajaran dinas pertanian dan instansi terkait untuk terus memperkuat koordinasi guna meningkatkan luas tanam dan produktivitas hasil panen demi mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung produktivitas pertanian melalui penyediaan serta pemeliharaan jaringan irigasi yang andal.
Untuk wilayah yang mengalami kekurangan air saat musim kemarau, BBWS mendorong pengusulan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) berupa sumur bor guna mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian.
Melalui rakor ini, diharapkan koordinasi lintas sektor semakin kuat dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.















