Home / PENDIDIKAN

Kamis, 24 Juni 2021 - 09:52 WIB

PKBI – AJI Gelar Workshop Meliput Isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi

Gedung PKBI Lampung, yang menjadi tempat workshop. FOTO: ISTIMEWA

Gedung PKBI Lampung, yang menjadi tempat workshop. FOTO: ISTIMEWA

LAMPUNGCORNER.COM – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Lampung bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung menggelar Workshop “Meliput Isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR).”

Kegiatan khusus bagi jurnalis profesional itu berlangsung di kantor PKBI Lampung, Gulak Galik, Telukbetung Utara, Bandarlampung, Kamis 24 Juni 2021, mulai pukul 08.30 WIB.

Direktur Eksekutif PKBI Lampung Burhibani mengatakan, pandangan media soal isu HKSR masih sempit. Liputan yang disajikan hanya terfokus pada persoalan narasi yang menyalahkan remaja. Misalnya, dengan mengangkat isu seks bebas di kalangan remaja, soal keperawanan, aborsi, hingga kehamilan yang tidak diinginkan pada pelajar.

Pun demikian dengan isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Kerangka liputan terkesan diskriminatif dan tidak ramah terhadap remaja.

“Padahal, berbicara mengenai HKSR remaja sebetulnya tidak hanya terfokus pada persoalan dimaksud. Tetapi, bagaimana upaya meminimalkan persoalan dan pemenuhan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) bagi remaja melalui guru, orang tua, dan teman sebaya,” kata Burhibani, Rabu, 23 Juni 2021.

Menurutnya, media massa membawa pengaruh di masyarakat. Sebab, media sebagai penyedia informasi atas peristiwa, realitas, dan banyak hal lainnya. Atas dasar itu, peran media menjadi penting dalam menguatkan remaja untuk menyuarakan pemenuhan HKSR.

Hal senada disampaikan Ketua AJI Bandarlampung Hendry Sihaloho. Jurnalis perlu terus-menerus meningkatkan kapasitas. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai, jurnalis dapat menghasilkan karya jurnalistik yang holisme dan substansial.

“Media diharapkan dapat menjadi ruang publik membangun diskursus untuk mencari solusi bersama yang fundamental, yaitu mendorong negara lebih serius memberikan pendidikan dan layanan HKSR remaja. Juga mengembangkan wacana publik lebih kritis dan mengontrol kekuasaan yang restriktif dan diskriminatif ihwal HKSR remaja, sehingga berorientasi melindungi,” ujarnya.

Workshop “Meliput Isu HKSR” dibatasi hanya untuk 20 jurnalis. Peserta berasal dari berbagai perusahaan media di Lampung. Pelaksanaan workshop dengan mematuhi protokol kesehatan. (*)

Red

Share :

353 views

Baca Juga

PENDIDIKAN

PWI Lampung Gelar Pra-UKW, Ketua: Kalau Setiap Hari Hanya Copy Paste Berita Orang, Pasti Kesulitan!
Pelaksanaan ujian melalui Google Meet mahasiswa Prodi Manajemen IIB Darmajaya Muhammad Reza Pahlevi yang mengikuti program joint research./FOTO ISTIMEWA

PENDIDIKAN

Dibimbing Dosen UEL Vietnam, Mahasiswa IIB Darmajaya Ini Selesaikan Joint Research

BANDAR LAMPUNG

Duh, Guru dan Siswa di SMKN 1 Bandarlampung Belum Tersentuh Vaksinasi

PENDIDIKAN

Unila Lockdown, Sejumlah Dosen dan Pegawai Terpapar Corona

BANDAR LAMPUNG

Tim Futsal Putri UTI Juara 1 Futsal Women Championship 2021

BANDAR LAMPUNG

Sekolah Tatap Muka SMA Perdana: Per Kelas 18 Siswa, hanya Belajar Tiga Mapel

BANDAR LAMPUNG

100 Hari Program Kerja Sebagai Rektor, Prof Lusmeilia Fokus Perbaiki Citra Unila

BANDAR LAMPUNG

SLB Negeri PKK Lampung Diresmikan, Wujudkan Hak Pendidikan yang Merata