Home / BANDAR LAMPUNG

Minggu, 11 Juli 2021 - 16:49 WIB

PPKM Darurat, Pedagang Hewan Kurban di Bandarlampung Khawatir Sepi Pembeli

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Bandarlampung pada Senin (12/7/2021), mencemaskan pedagang hewan kurban.

Mereka khawatir sepi pembeli lantaran PPKM Darurat akan membuat masyarakat enggan ke luar rumah untuk mencari hewan kurban.

“Dampaknya sangat terasa, ini saja baru satu yang sapi yang dibeli,” ujar Dede Sahabudin, pedagang hewan kurban, Minggu (11/7/2021).

Untuk mengantisipasi turunnya pembeli, dia memperpendek waktu operasional. Jika sebelumnya satu bulan menjelang hari raya Idul Adha, kini hanya tiga minggu.

“Karena operasionalnya juga besar kalau sebulan jualan,” ujar pemilik usaha ‘Oemah Embe’ di Jalan Sultan Agung, Wayhalim ini.

Dede berharap dengan adanya pembatalan haji tahun 1442 Hijriah ini, para calon jamaah haji membeli hewan kurban sebagai pilihan beribadah lainnya.

Rohan, pedagang hewan kurban di Jalan Sultan Agung, Labuhanratu, juga mengeluhkan hal sama.

“Kami tidak berani stok banyak-banyak saat pandemi seperti ini. Tahun kemarin saja sisanya lumayan banyak,” keluh Rohan.

Namun, Rohan tetap optimistis meski keadaan PPKM Darurat. Sepi atau ramai dirinya tetap berusaha mensyukuri. (*)

Red

Share :

317 views

Baca Juga

BANDAR LAMPUNG

Sejak Ruang Isolasi Covid-19 Disiapkan, RSJ Lampung Belum Terima Pasien ODGJ

BANDAR LAMPUNG

Khusus Warga Bandarlampung, Ini Jadwal Pasar Murah Februari 2022

BANDAR LAMPUNG

Soal THR, 21 Perusahaan Dilaporkan ke Disnaker Lampung
Kapolda Lampung yang baru Irjen Hendro Sugianto. FOTO: ISTIMEWA

BANDAR LAMPUNG

Irjen Hendro Sugianto Resmi Menjabat Kapolda Lampung
uasana sidang lanjutan kasus suap Lampung Tengah, Kamis (29/4/2021). Foto: M. Iqbal

BANDAR LAMPUNG

Mustafa Minta Pengadilan Hadirkan Purwanti Lee

BANDAR LAMPUNG

Vaksin Gotong Royong Terjual 43.564 Dosis, Ini Harganya

BANDAR LAMPUNG

Kaget! Pelajar SMPN 28 Bandarlampung Temukan Mayat di Siring

BANDAR LAMPUNG

Laut Lampung Kembali Tercemar, Pesisir Panjang Dikepung Limbah Hitam