LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Timur — Pembangunan Bendungan Margatiga di Kabupaten Lampung Timur, telah mencapai progres 97 persen.
Sedangkan untuk pembebasan lahan dan tanam tumbuh yang terkena ganti rugi, mencapai 65 persen.
Kepala Balai Besar Way Sekampung (BBWS) Mesuji Sekampung Alexander Leda mengatakan, sisa fisik pembangunan bendungan tinggal perapihan dan landcleaning.
“Sesuai dengan janji Gubernur kepada Bapak Presiden, bahwa bulan Desember 2022 tinggal menunggu peresmian oleh Presiden,” kata Alexander Leda saat memberi sambutan penanaman pohon Hari Bakti PUPR ke-77 di Bendungan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (27/9/2022).
Dia menyatakan, Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil pangan. Sehingga pihaknya siap membantu ketersedian air untuk memenuhi kebutuhan petani.
“Sungai Way Sekampung ini seperti pembuluh darah ke jantung,” imbuhnya.
Di sepanjang Way Sekampung lanjut Alexander ada tiga bendungan, yaitu Batu Tegi, Way Sekampung, dan Arguguro. Sedangkan di hilir ada Bendungan Margatiga dan Gerak Jabung, meski irigasinya belum tuntas.
Sedangkan penanaman 1.700 pohon sebagai penghijauan di area bendungan, harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Khusus untuk Bendungan Margatiga masuk klaster buah, sehingga bisa dikelola masyarakat sekitar.
“Membangun bendungan, kami sengaja atau tidak sengaja merusak tanaman. Sehingga kami harus menghijaukan bantaran di setiap pembangunan insfrastruktur,” pungkas Alexander Leda.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, Bendungan Margatiga suatu kebanggaan bagi Provinsi Lampung. Dia berharap kepada presiden tidak bosen main ke Lampung karena provinsi ini lumbung pangan.
Terkait peresmian Bendungan Margatiga pada Desember 2022 nanti, Arinal berharap Presiden bersedia meresmikannya.
Gubernur juga mengharapkan Kapolda Lampung bisa memberikan pengamanan yang terbaik. Untuk insfrastruktur jalan, Kadis Bina Marga bisa memperbaikinya sebelum bulan Desember.
“Terkait jalan Kabupaten tolong diperbaiki. Jangan bilang tidak ada uang. Sebab tidak ada negara yang bangkrut kalau untuk membangun infrastruktur,” kata Arinal Djunaidi. (*)
Red















