Lampungcorner.com, Tulang Bawang – Saat ini adalah saat yang tepat menuju Indonesia Emas 2045. Apalagi pemerintah pusat mempunyai program Indonesia emas 2045,ini merupakan tanggung jawab bersama dalam.
Hal ini diungkapkan Penjabat Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan, saat membuka acara Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2025 – 2045, Dinas Lingkungan Hidup Tulang Bawang. Kamis (2/3/2023)
Penjabat Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan, bahwa Kabupaten Tulang Bawang terdiri dari 4 Kelurahan dan 147 Kampung yang tersebar di 15 Kecamatan. Tulang bawang begitu banyak potensi, terutama di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan pengelolaannya tentu dibutuhkan perencanaan baik dalam hal rencana jangka pendek menengah dan panjang.
“RPJPD Kabupaten Tulang Bawang tahun 2025-2045, merupakan lanjutan dari RPJPD tahun 2025. Dengan semakin dinamisnya perkembangan di tengah kehidupan masyarakat, perlu adanya update data-data yang dibutuhkan untuk menyusun RPJPD 2025-2045. Berdasarkan fakta, pemerintah daerah mendukung terlaksananya kegiatan KLHS RPJPD,”kata Qudrotul Ikhwan.
Lebih lanjut, Qudrotul Ikhwan, mengatakan, lingkungan yang ada ini harus bisa kita wariskan sampai dengan anak cucu kita.
Ada keseimbangan antara yang kita manfaatkan dengan bagaimana lingkungan yang sehat.
“Saat ini adalah saat yang tepat bagaimana menuju Indonesia Emas. Apalagi pemerintah pusat mempunyai program Indonesia emas 2045. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama dalam upaya melaksanakan program tersebut dengan sumbangsih khususnya dalam hal ini berkaitan dengan lingkungan hidup,”ujarnya.
“Saya sangat berharap ini bisa memberikan masukan-masukan yang konkrit masukan yang mempunyai apa yang memiliki nilai untuk ke depan sampai kehidupan di tahun 2045. Mari kita bersama melaksanakan program pembangunan yang berkelanjutkan untuk keberlangsungan Anak cucu kita dan suksesnya program Indonesia Emas 2045 jangan sampai mewarisi kondisi alam, lingkungan serta kebijakan yang tidak baik bagi mereka,”tandas Qudrotul.(*).










