LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Sejumlah apotek yang berada di Bandarlampung mengaku kekurangan stok obat untuk pasien covid-19.
Jenis obat seperti Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin juga sulit dicari bahkan persediaannya kosong.
Kekosongan stok obat tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) kota Bandarlampung Edwin Rusli saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (27/7/2021).
Edwin mengatakan, pihaknya masih meminta persediaan obat kepada pusat, namun hingga saat ini belum sampai.
“Kondisi sekarang memang ada yang kosong, sudah sejak dua bulan,” ungkapnya.
Edwin mengatakan, ketiga jenis obat anti virus covid-19 masih ada di diskes.
Tetapi untuk di apotek bergantung dengan penyedia. Apalagi ketiga obat itu memang sangat dibutuhkan, sehingga sering habis.
Obat-obat yang tersedia di diskes, lanjut Edwin, masih dipersiapkan untuk disalurkan ke pasien-pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah, jumlahnya sebanyak 1.300 paket.
“Tapi ini belum kita bagikan, karena masih menunggu satu obat yang belum ada, anti virusnya belum ada. Nanti masyarakat hubungi petugas kecamatan saja,” ujarnya.
Menurut salah satu petugas Apotek Enggal yang berada di Jalan Raden Intan, Bandarlampung mengaku stok Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin sudah tidak ada saat pandemi covid-19 meningkat.
“Kehabisan sebelum Kota Bandarlampung menerapkan PPKM Darurat pada 12 Juli lalu. Dari distributornya memang kosong, sudah minta dan memang tidak ada,” ujarnya tanpa mau menyebut nama, Selasa siang.
Sementara itu, salah satu apoteker di Apotek K-24 di Jalan Teuku Umur Rina Siti Nurul Husna menerangkan, sudah sebulan lalu ketiga obat tersebut tidak ada. Malahan Azithromycin sudah tidak boleh ada stoknya lagi.
“Favipiravil biasanya itu distok di rumah sakit, kalau yang di apotek itu biasanya avigan. itu juga sudah satu bulan tidak dikirim distributor,” ujarnya.
Menurutnya, permintaan akan obat Covid-19 tersebut cukup banyak, namun ia harus menolaknya karena memang tidak ada stok.
“Sebetulnya banyak permintaan dari obat covid-19 tersebut, cuma kita tolak karena tidak ada stoknya,” ujarnya. (*)
Red









