LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Timur — Kepolisian Perairan dan Udara Lampung Timur (Polairud Lamtim) melakukan patroli, menyisir wilayah perairan laut terdampak limbah PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera (PHE OSES).
Kasatpolairud Lamtim, AKP Yusmawardi, mengatakan Polairud bertujuan memastikan sejauhmana dampak limbah tersebut. Termasuk penyebab limbah.
“Dan, besok (Senin, 18/7/2022, Red) kami akan patroli bersama Ditpolairud Polda Lampung. Untuk saat ini kami adakan patroli kecil mengitari pinggir pantai,” kata dia, Ahad (17/7/2022).
Sejauh ini, kata dia, pihak perusahaan sudah menangani lokasi terdampak limbah dengan sistem oil boom. Pihak perusahaan juga menurunkan tim.
“Kami belum bertemu pihak perusahaan untuk mengetahui sudah sejauh mana penanganan limbah itu,” ujarnya.
Yusmawardi mengaku sejak menjabat sebagai Kasatpolairud Lamtim dua tahun lebih, sudah dua kali terjadi pencemaran limbah. Namun, tahun ini lebih banyak daripada 2021 lalu.
“Kalau tahun kemarin limbah masih cair. Kalah tahun ini limbahnya hitam dan menggumpal,” bebernya.
Berdasarkan data, setidaknya ada 40 karung berisi limbah yang terkumpul di Kualapenet. Sedangkan di Pantai Kerangmas belum terdata.
“Saya minta koordinasinya yang baik dengan perusahaan. Hal-hal yang begini jangan sampai melebar lagi,” tegasnya. (*)
Red















