LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Timur — Desa Putra Aji Dua, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur (Lamtim) belum mengeluarkan nama pemenang hasil Pilkades serentak.
Hal itu disebabkan karena adanya dugaan praktik politik uang oleh salah satu calon dan menyebabkan kericuhan.
Peristiwa itu terjadi di Kantor Desa Putra Aji Dua, Sukadana, pada Senin (30/10/2023).
Dari informasi yang diterima, kerusuhan berawal ketika hasil perhitungan suara dilakukan. Hasilnya, Paslon nomor urut satu atas nama Hanafi mengungguli Paslon nomor urut dua Rika Jayanti, dengan selisih yang tipis.
Atas hal itu, massa pendukung Rika Jayanti tidak menerima. Sebab, menurut massa aksi, Paslon nomor urut satu melakukan praktik politik uang.
Para pendukung dari Paslon nomor dua juga membawa sejumlah barang bukti dugaan Paslon satu melakukan praktik politik uang.
Akibatnya, massa pun pecah dan kerusuhan tak dapat dihindarkan.
Beruntung, para pendukung maupun relawan nomor urut satu segera meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).
Usai ricuh, kondisi Balai Desa setempat dikabarkan porak poranda dan sangat berantakan.
Aparat beserta pihak kecamatan segera melakukan mediasi. Saat mediasi, semua pihak yang berkonflik hadir.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Yudi Irawan mengatakan saat ini tengah tahap penyelesaian.
Saat ditanya soal adanya dugaan praktik uang pada Pilkades tersebut, Yudi mengatakan bahwa itu merupakan ranah pihak berwajib.
“Soal pidana ke pihak berwajib, perselisihan suara itu ke kabupaten, dan administrasi itu ke penitia pengawas desa,” bebernya, Rabu (01/11/2023).
“Jadi hari ini tahapan penetapan itu yang mau dilakukan oleh pihak panitia. Itu hitungannya kan sudah selesai. Mudah-mudahan hari ini kelar, karena mau difasilitasi oleh kecamatan,” pungkasnya. (*)
Red















