Serius Berantas Korupsi, Prabowo: Dadan Tim Sukses Saya, Saya Serahkan ke Kejaksaan

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kedekatan politik maupun hubungan pertemanan ditegaskan Presiden Prabowo Subianto bukan alasan untuk mengintervensi proses hukum.

Prabowo menyebut dirinya tidak akan melindungi orang-orang dekatnya jika terbukti melakukan pelanggaran hukum. Ia bahkan mencontohkan penanganan kasus yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

Dadan, kata Prabowo, sebelumnya merupakan bagian dari tim sukses dan tim pakarnya. Prabowo pula yang mengangkat Dadan sebagai Kepala BGN.

Namun, ketika Dadan berhadapan dengan proses hukum, Prabowo mengaku tetap menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat (jadi) Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan,” kata Prabowo dalam wawancara program Prabowo Menjawab, dikutip dari keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Rabu (16/9/2026).

Prabowo juga menyinggung penyitaan aset Hotel Sultan. Menurut dia, proses hukum tetap harus berjalan meski pemilik aset tersebut, Pontjo Sutowo, merupakan sahabatnya.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

“Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan berapa banyak aset yang kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh, dan memang kawan saya juga. Tapi saya nggak ada kawan, ini negara,” tegasnya.

Prabowo kemudian menceritakan pengalamannya ketika menjabat Menteri Pertahanan pada 2019. Saat itu, dia mengaku langsung meminta keluarga dan orang-orang terdekatnya untuk tidak mencari keuntungan bisnis di lingkungan Kementerian Pertahanan.

“Begitu saya naik jadi Menteri Pertahanan, hari pertama saya naik, malam pertama saya kumpulkan semua keluarga saya dan semua orang-orang dekat saya di Gerindra. Saya bilang, saya akan menjadi Menteri Pertahanan mulai besok, Anda semua tidak boleh ikut cari bisnis di Kementerian Pertahanan,” tutur Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Baca Juga :  Prabowo: Negara Harus Mudahkan Rakyat, Bukan Mempersulit

Pesan serupa kembali disampaikan Prabowo setelah menjabat sebagai Presiden. Dia meminta kader Gerindra tidak memanfaatkan posisinya untuk menghindari proses hukum apabila melakukan pelanggaran.

“Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, Saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya nggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan,” paparnya.

Prabowo bahkan menyebut sejumlah kepala daerah dari Gerindra telah berhadapan dengan aparat penegak hukum.

“Dan Anda bisa lihat, berapa bupati (dari) Gerindra yang ditangkap (aparat penegak hukum), berapa wali kota, dan sebagainya,” lanjutnya.

Bagi Prabowo, kekuasaan dan kepentingan politik tidak boleh ditempatkan di atas kepentingan negara dan rakyat.

“Bernegara itu kita harus arif, kita harus bijak. Di ujungnya kepentingan nasional, kepentingan rakyat harus di atas segala hal,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Dihentikan, Basarnas Tetap Lakukan Pemantauan
Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, Syaratnya Harus Satu Suara
Bareskrim: 95 Korporasi Masuk Tahap Penyelidikan-Penyidikan Terkait Karhutla
Kejar E20 dalam Dua Tahun, Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu
Blak-blakan! Prabowo Ungkap Banyak Pemda Tak Pakai Anggaran dengan Optimal
Prabowo Akan Kumpulkan Kepala Daerah untuk Launching Gerakan Indonesia Asri
Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB Bogor, 4 Diduga Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:59 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Dihentikan, Basarnas Tetap Lakukan Pemantauan

Kamis, 17 September 2026 - 22:23 WIB

Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, Syaratnya Harus Satu Suara

Kamis, 17 September 2026 - 20:14 WIB

Bareskrim: 95 Korporasi Masuk Tahap Penyelidikan-Penyidikan Terkait Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 13:21 WIB

Kejar E20 dalam Dua Tahun, Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu

Kamis, 17 September 2026 - 12:30 WIB

Blak-blakan! Prabowo Ungkap Banyak Pemda Tak Pakai Anggaran dengan Optimal

Berita Terbaru

Info Parlemen

Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, Syaratnya Harus Satu Suara

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:23 WIB

PEMERINTAHAN

Tiga OPD Raih Penghargaan Pelayanan Publik

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:36 WIB