LampungCorner.com, SUKADANA – Dugaan keracunan makanan yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di wilayah Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (27/2/2026). Sedikitnya 11 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi telur bebek asin yang menjadi bagian dari menu program tersebut.
Para korban mengalami berbagai keluhan, mulai dari mual, muntah, diare, pusing, sakit perut hingga tubuh lemas. Sebagian besar korban merupakan anak-anak usia sekolah dan balita, namun beberapa orang dewasa juga terdampak setelah ikut mengonsumsi telur asin yang diperoleh dari siswa maupun keluarga penerima manfaat program MBG.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur dr. Ekawaty Apriandari melalui Kepala UPTD Puskesmas Sukadana Meidariani membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Ia memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
Sebanyak delapan korban sempat menjalani perawatan di RSUD Sukadana, dengan enam orang masih dirawat dan tiga lainnya telah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik.
“Total ada 11 orang yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut. Delapan orang sempat dirawat di RSUD Sukadana, enam masih dirawat dan tiga sudah pulang,” ujar Meidariani saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).
Selain itu, tiga korban lainnya menjalani perawatan di rumah dengan pemantauan tenaga kesehatan, sementara beberapa pasien masih dalam tahap observasi medis.
Sejak laporan diterima, tenaga kesehatan bergerak cepat untuk memastikan keselamatan pasien sekaligus menelusuri penyebab kejadian.
Pada hari yang sama, Tim UPTD Puskesmas Sukadana bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Sukadana dan anggota Polres Lampung Timur langsung melakukan langkah investigasi di lapangan.
Tim kesehatan melakukan pengecekan kondisi korban yang dirawat di RSUD Sukadana guna memastikan penanganan berjalan optimal serta memantau perkembangan kesehatan pasien.
Selain itu, inspeksi kesehatan lingkungan juga dilakukan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukadana Ilir sebagai lokasi penyedia makanan program MBG.
Pemeriksaan meliputi kondisi dapur, sumber air, proses pengolahan, penyimpanan hingga distribusi makanan, khususnya telur bebek asin yang diduga menjadi sumber kejadian.
“Kami melakukan pemeriksaan lingkungan dapur, termasuk sumber air yang digunakan, proses pengolahan makanan, penyimpanan hingga distribusi menu, terutama telur bebek asin yang diduga menjadi sumber kejadian,” jelas Meidariani.
Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut. Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam tahap investigasi epidemiologi oleh tim kesehatan.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber penyebabnya. Yang jelas seluruh korban sudah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya terus kami pantau,” tegasnya.
Pihak kesehatan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi selesai dilakukan.
Sementara itu, penelusuran terhadap rantai penyediaan makanan dalam program MBG masih terus berlangsung guna memastikan keamanan konsumsi makanan bagi masyarakat, khususnya anak-anak penerima manfaat program tersebut. (*)
Editor: Furkon Ari










