LampungCorner.com, PESAWARAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran melalui UPTD Korwilcam Gedongtataan terus mengoptimalkan pemanfaatan program Microsite serta Komunitas Belajar (Kombel) guru di setiap mata pelajaran. Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pesawaran.
Hal tersebut disampaikan Korwilcam Gedongtataan, Sholihah, saat menghadiri kegiatan Kombel Pengawas dan Kepala Sekolah di SD Negeri 50 Gedongtataan, Kamis (5/2/2026).
Sholihah menjelaskan, setelah dilakukan sosialisasi, seluruh guru dan kepala sekolah di wilayah Gedongtataan kini telah mengaplikasikan program Microsite sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka.
“Program Microsite ini diterapkan untuk memudahkan guru dalam mendistribusikan bahan ajar yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di sekolah,” ujar Sholihah.
Ia menambahkan, dalam persiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), komunitas belajar Kelompok Kerja Guru (KKG) berupaya memberikan layanan pendidikan secara maksimal, selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan.
“Sejak awal, kombel-kombel ini sudah bergerak di semua mata pelajaran, menyesuaikan CP yang harus tercapai selama satu semester,” katanya.
Menurut Sholihah, melalui supervisi, evaluasi, serta pendampingan guru oleh pengawas, dapat tercipta sinergi yang kuat antara guru dan kepala sekolah. Hal ini dinilai penting untuk mengembangkan profesionalisme berkelanjutan, mengatasi kendala dalam proses pembelajaran, sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa.
“Kepala sekolah menyusun supervisi yang kemudian disampaikan kepada pengawas, selanjutnya kami teruskan ke dinas. Koordinasi ini berjalan dengan baik untuk mengetahui hasil sekaligus kendala selama pelaksanaan program yang telah dicanangkan,” terangnya.
Selain fokus pada pembelajaran akademik, Sholihah juga menyampaikan bahwa pada semester genap ini kegiatan ekstrakurikuler akan kembali diaktifkan. Upaya tersebut ditujukan untuk mengembangkan bakat dan potensi siswa di luar kegiatan belajar di kelas.
“Tahun lalu, siswa kami berhasil menembus ajang olimpiade hingga tingkat Provinsi Lampung. Ke depan, kami akan mengubah pola lama dalam kegiatan ekstrakurikuler, khususnya pada kepramukaan dan olahraga, agar prestasi siswa semakin meningkat,” pungkas Sholihah. (*)
Editor: Furkon Ari










