Lampungcorner.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggandeng lembaga bimbingan belajar (Bimbel) untuk menggelar seminar motivasi bagi siswa SMA/SMK se-Lampung.
Kali ini seminar yang digelar di GSG Universitas Lampung pada Rabu 22 Oktober 2025 itu digelar Bimbel Ganesha Operation (GO).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan jumlah siswa yang lolos Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Ini adalah salah satu langkah dasar pendidikan. Kita ingin ke depan, proses belajar anak-anak istimewa kita bisa meningkat kualitasnya menjadi lebih baik,” ujar Mirza.
Menurutnya, seminar motivasi ini dirancang agar seluruh siswa, tidak hanya di kota besar, mendapatkan kesempatan yang sama untuk memahami cara belajar efektif menuju UTBK.
“Kita ingin seluruh anak-anak diberikan kualitas, motivasi, dan cara-cara belajar yang benar supaya mereka bisa matang. Ini akan kita lanjutkan ke daerah-daerah,” lanjutnya.
Mirza juga membeberkan data bahwa saat ini hanya sekitar 21 persen siswa di Lampung yang mengikuti UTBK, dan hanya 8 persen yang berhasil lolos masuk perguruan tinggi negeri.
“Kita ingin menaikkan angka partisipasi kasar (APK) dan indeks pembangunan manusia (IPM). Kalau nasional itu sekitar 30 persen, kita akan berusaha menaikkan sebanyak-banyaknya siswa Lampung yang bisa masuk UTBK,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah pemerataan kesempatan belajar, mengingat tidak semua siswa memiliki akses ke bimbingan belajar.
“Tidak semua anak SMA punya kesempatan ikut Bimbel, padahal kita tahu, peluang anak-anak yang ikut Bimbel untuk masuk universitas jauh lebih besar. Maka, lewat seminar ini, kita ingin mereka bisa belajar dengan pola seperti di Bimbel—dengan motivasi dan metode belajar yang efektif,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menuturkan bahwa angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Lampung masih rendah.
“APK kita setiap tahun hanya sekitar 22 persen. Yang ikut UTBK cuma 8 persen, dan sebagian besar itu dari Bimbel. Hanya sedikit yang tidak ikut Bimbel tapi bisa lolos,” ujarnya.
Karena itu, Pemprov Lampung mencoba menerapkan metode pembelajaran ala Bimbel ke sekolah-sekolah.
“Kita ingin proses pembelajaran di sekolah jadi lebih komprehensif dan konstruktif. Anak-anak perlu pengetahuan tentang tipe-tipe soal UTBK. Jadi kita ubah mindset mereka, menyesuaikan metode belajar dengan kebutuhan tes masuk perguruan tinggi,” kata Thomas.
Ia menambahkan, kerja sama dengan lembaga Bimbel akan terus dilakukan di seluruh kabupaten/kota.
“Kemarin sudah di Metro dan Lampung Timur, nanti menyusul di Kotabumi dan Lampung Tengah. Kita akan libatkan Bimbel lain juga, bukan hanya GO, untuk memberikan motivasi kepada guru dan siswa. Ini akan kita lakukan secara masif dan berkala di 15 kabupaten/kota,” pungkasnya. (*)















