Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem, Pemprov Lampung Gandeng Data dan Teknologi

- Jurnalis

Senin, 14 Juli 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan memimpin rapat presentasi untuk memanajemen proyek Data Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Lampung dengan tim manajemen atau Project Management Office (PMO), Ruang Kerja Sekda, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Senin (14/07/2025).

PMO sendiri diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang berbasis data dengan membangun sistem integrasi lintas sektor. Rapat pembahasan ini ditargetkan secara nasional menjadi nol persen pada tahun 2027.

Sistem integrasi lintas sektor menjadi krusial dalam memastikan setiap bantuan yang disalurkan benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah.

PMO Data Kemiskinan Ekstrem dibentuk sebagai instrumen utama dalam menyusun peta kemiskinan yang akurat, memetakan kelompok rentan, serta menyelaraskan program-program penanggulangan kemiskinan secara lebih terintegrasi lintas sektor.

Selain itu, PMO ini juga akan menjadi penghubung antara data, kebijakan, dan pelaksanaan program bantuan sosial secara konkret di lapangan.

Sekdaprov Marindo menegaskan bahwa akurasi dan ketepatan sasaran menjadi prinsip utama dalam kerja PMO ini.

“Data yang terkumpul akan diolah secara cermat oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pemerintah Provinsi akan menyasar secara spesifik siapa saja masyarakat yang mengalami kemiskinan ekstrem dan dari wilayah mana saja mereka berasal, memastikan bantuan tepat sasaran dan berdaya guna,” tegasnya.

Baca Juga :  Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen

Data yang dihimpun tidak hanya mencakup identifikasi jumlah penduduk miskin ekstrem, tetapi juga pemetaan wilayah kantong-kantong kemiskinan, identifikasi faktor penyebab, hingga penelusuran terhadap efektivitas program bantuan yang sudah berjalan.

Sementara itu, Tim Kajian Percepatan Pembangunan Provinsi Lampung Mahir Bayasut menegaskan bahwa konsolidasi data bukan hanya bersifat administratif, melainkan menjadi instrumen utama dalam menata ulang seluruh sistem distribusi bantuan sosial.

“Kami ingin menarik seluruh total bantuan, baik dari perorangan, lembaga sosial, CSR perusahaan, maupun dari dinas-dinas di lingkungan Pemprov. Semua akan didata agar distribusinya tidak tumpang tindih dan sesuai lokasi yang paling membutuhkan,” ujar Mahir.

Lebih lanjut, Mahir menjelaskan bahwa data bantuan akan disesuaikan dengan data kebutuhan perorangan, kondisi lingkungan, dan akan dikaitkan langsung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Hal ini bertujuan untuk membentuk layering data yang rapi, agar setiap intervensi program sosial bisa berjalan lebih efisien dan tepat guna.

Baca Juga :  Gebyar Samsat 2026, Pemprov Tekankan Pajak untuk Masa Depan Pembangunan Daerah

Langkah strategis ini sejalan dengan target nasional penurunan angka kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada tahun 2027.

Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan validasi dan konsolidasi data sebagai fondasi utama dalam membangun sistem perencanaan dan evaluasi berbasis bukti (evidence-based policy).

Dengan dukungan sistem ini, Pemprov Lampung dapat mengintegrasikan berbagai program sosial dari banyak pihak, menyusun perencanaan berbasis bukti, serta mengukur dampaknya dengan lebih transparan.

Lebih dari sekadar menangani kemiskinan ekstrem, PMO ini mencerminkan arah baru tata kelola pemerintahan Provinsi Lampung yang makin digital, kolaboratif, dan efisien.

Di sisi lain, keberadaan PMO juga mendorong terciptanya sinergi yang lebih kuat antar-OPD (Organisasi Perangkat Daerah), lembaga statistik, pemerintah kabupaten/kota, dan pihak non-pemerintah, termasuk dunia usaha dan komunitas lokal.

Inisiatif ini diharapkan bukan hanya mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem, tetapi juga meningkatkan efektivitas alokasi anggaran, memperkecil kebocoran program, dan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap sistem bantuan sosial pemerintah.

Pemprov Lampung optimistis inovasi ini akan menjadi fondasi bagi berbagai program pembangunan berbasis data lainnya di masa depan. (*)

Berita Terkait

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027
Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027
Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas
Pendapatan APBD Perubahan Lampung 2026 Turun Rp19,6 Miliar
DPRD Kota Bandar Lampung akan Sidak Kafe dan Resto Minim Lahan Parkir
MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:34 WIB

Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:12 WIB

Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:10 WIB

HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru