LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Timur — Air sungai di Desa Gedong Dalem, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), kondisinya sangat memprihatinkan. Hal itu diduga karena limbah dari pabrik singkong yang mencemarinya.
Pantauan Rilis.id Lampung, Selasa (7/2/2023) sekitar pukul 11.00 WIB, nampak kondisi sungai sangat kotor dan berlendir berwarna coklat. Bahkan, aroma sungai tersebut tidak sedap.
Menurut warga, limbah tersebut berasal dari pabrik singkong milik PT. Florindo Makmur, Desa Sukaraja Nuban, tepatnya di sebelah Desa Gedong Dalem.
Adilah (33) warga sekitar mengaku, dirinya sangat terganggu dengan kotornya aliran sungai yang kotor dan bau. Padahal warga yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari sungai, sebelumnya memanfaatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sungai kami rusak, airnya tidak bisa terpakai. Karena limbah daru pabrik singkong ini,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.
Menurut Adilah, sungai tersebut sudah tercemar sekitar empat hari. Hal itu dikuatkan, karena dalam aliran tersebut terdapat kulit dan ampas singkong yang tak beraturan.
“Sungai itu kami pakai sekeluarga untuk sehari-hari seperti nyuci, mandi. Untuk kebutuhan rumah tangga, kita menggunakan kali itu,” ucapnya.
Senada, warga yang tinggal di wilayah sungai setempat, Bahar (37). Ia mengaku kejadian ini bukan kali pertama.
“Sudah sering limbahnya itu masuk ke aliran sungai,” ujarnya.
Menurutnya, pembuangan limbah ke sungai pernah terjadi pada tengah malam.
“Sering dibuang tengah malam, jam 12 malam biasanya,” sambung dia.
Bagian Administrasi PT Florindo Makmur Silda mengaku, jika dirinya tidak memiliki kompetensi untuk menjawab persoalan itu.
“Sedang tidak ada di tempat yang bisa menjawabnya,” katanya.
Lalu, Bagian Operasional PT Florindo Makmur, Kasdani saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, mengungkapkan, pihaknya masih belum bisa menjelaskan hal tersebut.
“Hari ini saya belum bisa, masih ada urusan, besok saja,” balasnya melalui pesan WhatsApp. (*)
Red















