LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Hitung mundur menuju peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia (RI) terus berjalan. Di tengah semakin dekatnya 17 Agustus 2026, sebanyak 66 Calon Paskibraka Kabupaten (Capaska) Lampung Utara (Lampura) terus digembleng melalui pembinaan intensif yang dilakukan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) bersama Dewan Pembina Paskibraka Indonesia (DPPI) Lampura.
Setiap pekan, puluhan siswa terpilih tersebut menjalani latihan di Stadion Sukung, Kelapa Tujuh, Kotabumi. Pembinaan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan baris-berbaris dan tata upacara, tetapi juga mencakup penguatan fisik, mental, kedisiplinan, serta pembentukan karakter kebangsaan.
Ketua PPI Lampura, R.A. Habibi, mengatakan semakin dekatnya pelaksanaan upacara kemerdekaan menuntut seluruh proses pembinaan dilakukan dengan intensitas yang lebih tinggi.
Menurutnya, tugas seorang paskibraka bukan sekadar mengibarkan bendera Merah Putih, melainkan menjalankan amanah negara pada salah satu momentum paling sakral dalam kalender nasional.
“Semakin dekat dengan 17 Agustus, intensitas pembinaan harus semakin ditingkatkan. Kami ingin seluruh Capaska memiliki kesiapan yang matang, baik secara fisik maupun mental, sehingga mampu menjalankan tugas kenegaraan dengan sempurna,” kata Habibi, Rabu (24/6/2026).
Habibi menilai para Capaska merupakan representasi generasi muda terbaik Lampura yang akan menjadi wajah daerah di hadapan masyarakat saat upacara kemerdekaan berlangsung.
“Mereka bukan hanya petugas pengibar bendera. Mereka adalah simbol disiplin, semangat kebangsaan, dan kebanggaan daerah. Karena itu, proses pembinaannya harus dilakukan secara serius dan terukur,” ujarnya.
Sebanyak 66 Capaska yang terdiri dari 36 putra dan 30 putri telah dibagi ke dalam dua kelompok utama, yakni tim pengibar bendera pada upacara pagi dan tim penurunan bendera pada sore hari. Pembagian formasi tersebut menjadi bagian dari persiapan teknis menjelang tahapan pemusatan latihan.
Menurut Habibi, pada akhir Juli mendatang seluruh peserta akan memasuki masa Pra-Diklat selama 10 hari sebelum melanjutkan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terpusat selama 10 hari di Hotel Cahaya Kotabumi.
Ia menjelaskan, fase tersebut merupakan tahapan krusial dalam proses pembentukan seorang paskibraka. Selain materi baris-berbaris dan tata upacara, peserta juga akan menerima pembekalan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta penguatan mental dan karakter.
“Kami tidak hanya membentuk kemampuan teknis. Yang lebih penting adalah membentuk karakter, integritas, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan. Nilai-nilai itu yang nantinya akan mereka bawa dalam kehidupan bermasyarakat maupun saat menjadi pemimpin di masa depan,” kata Kabag Protokol Pemkab Lampura tersebut.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan, para peserta akan dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Lampura. Prosesi pengukuhan dijadwalkan dilakukan oleh Bupati Lampura sebelum pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 RI.
PPI dan DPPI Lampura, lanjut Habibi, berkomitmen memastikan seluruh tahapan pembinaan berjalan maksimal agar pelaksanaan pengibaran maupun penurunan bendera dapat berlangsung tanpa kendala.
“Keberhasilan paskibraka tidak ditentukan pada hari upacara saja. Keberhasilan itu dibangun melalui proses latihan yang panjang, disiplin, dan konsisten. Kami berharap seluruh Capaska tetap menjaga kesehatan, fokus berlatih, dan mampu mengemban amanah negara dengan sebaik-baiknya,” ujar Habibi. (*)
















