LAMPUNGCORNER.COM, Jakarta – Selama sebulan terakhir, harga telur ayam meroket tajam. Saat ini harga telur ayam mencapai Rp 30.000 per kg, naik Rp 3.000 hanya dalam selang waktu satu pekan.
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Muhammad Lutfi, mengatakan harga telur melonjak diakibatkan oleh produksi telur di Indonesia memang sedang turun. Tak hanya itu, pasokannya berkurang karena harus dipakai untuk bantuan sosial atau bansos.
“Sekarang naik karena jumlahnya akhir tahun ini hotel restoran katering buka, jadi supply mengecil. Kedua, dipakai bansos,” ujar Mendag seusai Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Jakarta, Kamis (30/12/2021).
Selain telur, Mendag juga mengatakan memang beberapa komoditas lainnya seperti minyak goreng dan cabai juga mengalami lonjakan. Kendati demikian, dia memastikan secara umum harga pangan tetap stabil. Hal itu mengacu pada nilai indeks inflasi terutama volatilitasnya hanya 0,86 persen year to date sampai November 2021.
Untuk meredam lonjakan tersebut, Mendag mengatakan beberapa upaya yang sudah dilakukan pemerintah di antaranya menyediakan 11 juta liter minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter, serta rencana memberikan subsidi minyak goreng curah.
“Pada saat bersamaan, kami koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan berikan subsidi (minyak goreng curah) dari BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit). Sedang dalam proses, karena kita sudah uji coba mekanisme subsidi,” pungkasnya.
Red















