LAMPUNGCORNER.COM, TULANGBAWANG BARAT – Puluhan pedagang lama pasar Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), sambangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Hal tersebut lantaran pihak Dinas Koperasi perindustrian Dan Perdagangan (Koperindag) Tubaba menetapkan harga sewa Kios mencapai 1.350.000 per bulan, tidak termasuk uang Keamanan, Kebersihan dan jaga malam.
Dikatakan Maher Harahap (53) warga Daya Asri selaku kepala pedagang pasar Pulung Kencana menjelaskan. Beberapa waktu lalu pihak Koperindag melakukan sosialisasi kepada para pedagang berkaitan harga sewa kios pasar semi modern.
“Waktu mereka sosialisasi harga sewa kios yang berukuran paling besar itu mencapai 1,350.000, dan itu tidak termasuk uang Jaga Malam, Kebersihan dan Keamanan. Jujur para pedagang keberatan karena terlalu besar nilainya,” kata Maher kepada lampungcorner.com, Rabu (19/1/2022).
Para pedagang berharap isu yang beredar tentang mahalnya sewa Pasar dapat dipulihkan, karena hingga saat ini ada pedagang yang trauma tidak mau mengambil kios tersebut. Pihaknya meminta Bupati Tubaba dapat mengkaji ulang sebab penghasilan orang-orang pedagang itu tidak sama pendapatan nya.
Menanggapi itu Ketua Komisi II DPRD Tubaba Sudirman membenarkan atas keberatan harga sewa kios pasar pulung Kencana yang dianggap tidak berpihak terhadap warga.
“Hearing ini rapat tentang pasar Pulung Kencana terkait simpang siurnya masalah sewa menyewa. Alhamdulillah hari ini sudah ada kesimpulan bahwa untuk sewanya satu kios yang besar itu hanya 700 ribu sementara untuk sewa hamparan itu kisaran 180 ribu diperkirakan tadi, dan ini masih menunggu Perbup,” kata Sudirwan.
Lanjut dia, kami disini menanggapi laporan pedagang ke Komisi II, sehingga dilakukan rapat dengan Diskoperindag didampingi LBH untuk meluruskan semua permasalahan. Yang pertama mereka mendengar adanya bahasa dari Koordinator Pasar tersebut pak Bahar yang masih wacana baik hamparan/los terbuka maupun los tertutup/ toko itu disamaratakan sebesar 1,350, dan mungkin itu icloud termasuk keamanan pasar.
“Kemudian itu masih wacana, tetapi setelah melihat kajian dari ITERA sebagai acuan Pemda akan dibuatkan Perbup. Tadi sudah disampaikan Kepala Diskoperindag bahwa angka-angka itu masih perkiraan, yang paling besar 700 ribu,” jelasnya.
Terkait Perbup pihak DPRD akan segera dorong agar dapat cepat selesai. Kita harapkan kepada Disperindag semua fasilitas yang ada tersebut jangan sampai memberatkan pedagang, apalagi masih situasi Pandemi dengan ekonomi yang juga masih belum pulih, kemudian sewa, keamanan, parkir, dan lainnya juga dapat ringan.
“Total ada sekitar 500 pedagang yang sudah siap menempati Pasar tersebut baik lama dan baru,” imbuhnya.
Sementara hingga berita ini di lungsurkan Kepala Diskoperindag Tubaba Khairul Amri belum dapat dimintai keterangan. (*)
(ki/drn)















