Ini Penjelasan Bulog Tidak Masuk Holding Pangan

- Jurnalis

Selasa, 25 Januari 2022 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

LAMPUNGCORNER.COM, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan alasan Perum Bulog tidak masuk ke dalam Holding BUMN Pangan atau ID Food. Adapun holding ini resmi dibentuk pada 8 Januari 2022 lalu, ditandai dengan pengalihan saham dalam penandatanganan akta inbreng antara pemerintah, lima BUMN, dan RNI.

Kelima BUMN yang dialihkan sahamnya ke RNI adalah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Berdikari (Persero), dan PT Garam (Persero).

Dia menjelaskan, ada perbedaan fungsi yang diemban Bulog dengan ID Food. Pertama, fungsi Bulog yaitu sebagai stabilisator harga pangan. Lalu untuk holding pangan sendiri akan difokuskan ke market oriented.

“Satu, Bulog sebagai stabilisator, di mana Bulog intervensi ketika harga naik lalu Bulog bisa beli barang-barang dengan nilai tertentu, dimasukkan sebagai cold storage atau pergudangan untuk menjaga stabilitas harga. Lalu holding pangan dibentuk untuk fokus kepada market,” jelas Erick dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR Bersama Menteri BUMN, Selasa (25/1).

Baca Juga :  Gubernur Mirza Sambut Inisiatif Bakrie Center Fondation, Perkuat Sinergi Bumdes Penggerak Ekonomi Desa

Selanjutnya, dia mencontohkan fungsi market oriented holding pangan atau ID Food yang baru dibentuknya tersebut terlihat salah satunya apa yang dilakukan oleh Perinus-Perindo. Erick menyebut dia sudah rapat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

“Perinus-Perindo tidak lagi punya kapal yang bersaing dengan nelayan, Perinus-Perindo jadi offtaker yang mendampingi nelayan dengan produk yang standarisasi. Kemarin kita uji coba, contohnya gurita,” lanjut dia.

Komoditas gurita tersebut saat ini melalui standarisasi kualitasnya agar bisa bersaing di pasar internasional. Erick mengatakan, gurita ini setelah distandarisasi, lalu di-steam, dan di-vacuum, lalu dikirim ke luar negeri.

Dia melanjutkan, contoh lainnya juga dilakukan oleh PT Sang Hyang Seri. Perusahaan tersebut saat ini tidak lagi bersaing dengan beras petani yang kualitasnya ditujukan untuk kebutuhan domestik, namun menjadi offtaker dengan beras berkualitas tinggi untuk diekspor ke Timur Tengah.

Baca Juga :  Sekdaprov Marindo dan Jajaran Direksi Bank Lampung Hadiri Rapat Kerja KUB Bank Jatim Tahun 2026

“Peran (holding) pangan kita menjadi offtaker, tidak lagi menyaingi para petani, nelayan, peternak, ini tentu butuh konsolidasi yang dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

Erick juga mencontohkan keberhasilan program Makmur, ekosistem yang dibangun PT RNI, PT Pupuk, Bank Himbara, dan Asuransi Jasindo. Program tersebut, kata dia, difokuskan untuk komoditas tebu, jagung, dan beras.

“Ada bantuan pinjaman dari Bank himbara, lalu PT Pupuk memberikan pupuk dan bibit yang baik, lalu RNI offtaker bersama swasta. Targetnya 50 ribu hektare sekarang mencapai 85 ribu hektare. Sudah terjadi di tahun kemarin, sehingga petani naik pemasukannya sampai 30 persen,” tutup dia.

 

Red

Berita Terkait

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat
Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung
HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII
Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen
Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dan Antisipasi Dampak El Nino terhadap Sektor Pertanian
Gubernur Mirza Sambut Inisiatif Bakrie Center Fondation, Perkuat Sinergi Bumdes Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:10 WIB

Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:42 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:21 WIB

Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:59 WIB

HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII

Berita Terbaru