Kemendag Beberkan Penyebab Gula Pasir Mulai Sulit Dicari di Ritel

- Jurnalis

Rabu, 9 Februari 2022 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stok gula pasir kosong di toko modern. Sisa gula cair, gula kemasan sachet, dan gula batu. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan

Stok gula pasir kosong di toko modern. Sisa gula cair, gula kemasan sachet, dan gula batu. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan

LAMPUNGCORNER.COM, Pasokan gula pasir dikabarkan sulit dicari di ritel-ritel modern. Kelangkaan itu terjadi sejak awal tahun 2022 ini. Kelangkaan gula ini terjadi di ritel-ritel modern di wilayah Mojokerto, Jawa Timur dan Ciamis, Jawa Barat.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Kemendag, Isy Karim, menjelaskan kelangkaan gula pasir di ritel modern disebabkan karena harga beli yang tinggi dari pedagang besar, sehingga tidak bisa dijual dengan harga sesuai harga acuan yang sudah ditetapkan Kementerian Perdagangan.

“Terjadinya kekosongan stok gula di beberapa ritel modern disinyalir karena harga beli yang tinggi dari distributor atau pedagang besar (seharga) Rp 12.300 per kg, sehingga gula tidak dapat dijual dengan harga Rp 12.500 per kg sesuai dengan harga acuan, sehingga terjadi kekhawatiran dari peritel,” jelas Isy, Rabu (9/2).

Baca Juga :  Wagub Jihan Apresiasi Peran Perempuan Pelaku UMKM, Perkuat Perekonomian Masyarakat Gandeng PT. PNM

Adapun harga acuan gula pasir diatur di dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 07 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.

Dalam Permendag tersebut, ditetapkan harga acuan pembelian gula di petani yakni sebesar Rp 9.100 per kg, sedangkan harga acuan penjualan di konsumen seharga Rp 12.500 per kg.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Dukung Penuh Penyusunan Roadmap Program PLN Masuk Desa

Sebagai langkah mitigasi atas persoalan tersebut, lanjut Isy, Dirjen Perdagangan telah meminta pabrik gula untuk mengeluarkan stoknya dan secara intensif memonitor pengeluaran gula dari gudang pabrik.

“Termasuk harga jual gula dari distributor, agar pergerakan harganya tidak wajar, di samping tengah dilakukan evaluasi besaran harga acuan gula yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” pungkasnya.

 

Red

Berita Terkait

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat
Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung
HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII
Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen
Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dan Antisipasi Dampak El Nino terhadap Sektor Pertanian
Gubernur Mirza Sambut Inisiatif Bakrie Center Fondation, Perkuat Sinergi Bumdes Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 218 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:10 WIB

Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:42 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:21 WIB

Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:59 WIB

HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII

Berita Terbaru