LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Universitas Lampung (Unila) melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) dengan menyiapkan dana sekitar Rp615 miliar.
Dana tersebut berasal dari pinjaman lunak dari Bank Pembangunan Asia/Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp600 miliar dan Rp15 miliar bantuan dari Korea Selatan.
“Sudah kita tenderkan dan konsultannya mulai bekerja,” kata Rektor Unila Prof Karomani, Jumat (13/5/2022).
Selain itu, seluruh gedung yang selama ini mangkrak juga kembali dibangun. Seperti Masjid Al-Wasi’i yang sempat terhenti pembangunannya.
“Seluruh infrastruktur akan kita genjot termasuk status PTNBH. Saya akan berangkat 20 Mei ini mengurus itu,” kata dia.
Ia memastikan, seluruh gedung yang mangkrak di Unila secara bertahap akan dirampungkan sebelum masa akhir jabatannya.
“Insyaallah, tidak ada lagi gedung mangkrak di Unila,” janji dia. (*)
Red















