BGN Tutup 1.999 Dapur MBG karena Belum Daftar SLHS

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup 1.999 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan setempat.

Ribuan dapur yang menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut tersebar di tiga wilayah. Rinciannya, 351 SPPG berada di Wilayah 1, sebanyak 1.417 SPPG di Wilayah 2, dan 231 SPPG di Wilayah 3.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, SLHS merupakan salah satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur MBG.

“Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene, dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis,” ujar Sudaryono dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Senin (7/9/2026) sore.

Baca Juga :  Menkomdigi Tegaskan Tak Batasi Informasi Karhutla di Medsos

Keputusan penutupan tersebut diambil setelah BGN melakukan penyisiran terhadap 27.485 SPPG yang saat ini beroperasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.022 SPPG telah memperoleh surat ketetapan sementara. Sementara 463 SPPG lainnya masih harus melengkapi sejumlah data, antara lain profil dapur, foto dapur, serta profil sekolah.

Penyisiran kemudian dilanjutkan dengan mengecek status pendaftaran SLHS melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan pembaruan data per 7 September 2026 pukul 17.00 WIB, BGN menemukan 1.999 SPPG yang belum melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing.

“Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali,” tegas Sudaryono.

Baca Juga :  Pemkab Lampura Buka Seleksi 11 JPTP, Berikut Jadwal dan Syaratnya

Setelah melalui proses konfirmasi dan evaluasi secara bertahap, BGN memutuskan menutup 1.999 SPPG tersebut untuk menjalani investigasi lebih lanjut.

Menurut Sudaryono, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen BGN dalam memastikan kualitas layanan, keamanan pangan dan gizi, serta keselamatan seluruh penerima manfaat program MBG.

“Langkah penutupan dan investigasi ini diambil sebagai komitmen BGN untuk menjaga kualitas, keamanan gizi, serta keselamatan seluruh penerima manfaat program MBG di Indonesia,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026
Prabowo Janji Dana Daerah Bakal Lebih Besar, Bupati dan Gubernur Tak Perlu Khawatir
Prabowo Siapkan Rp 400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga, Petani hingga Nelayan Jadi Sasaran
Prabowo Respons Downgrade MSCI, Tegaskan Indonesia Tak Gentar
Prabowo Akan Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Sebut Pembakaran sebagai Terorisme Lingkungan
Prabowo Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih, Sebut Hasil Kerja Menteri Membanggakan
Menkomdigi Tegaskan Tak Batasi Informasi Karhutla di Medsos
Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Prabowo Janji Dana Daerah Bakal Lebih Besar, Bupati dan Gubernur Tak Perlu Khawatir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Prabowo Siapkan Rp 400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga, Petani hingga Nelayan Jadi Sasaran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Prabowo Respons Downgrade MSCI, Tegaskan Indonesia Tak Gentar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Prabowo Akan Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Sebut Pembakaran sebagai Terorisme Lingkungan

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:28 WIB