Ibas Minta Pembangunan IKN Tidak Dipaksakan karena Bikin Utang Negara Tambah Banyak

- Jurnalis

Kamis, 16 Juni 2022 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibas Minta Pembangunan IKN Tidak Dipaksakan karena Bikin Utang Negara Tambah Banyak

Ibas Minta Pembangunan IKN Tidak Dipaksakan karena Bikin Utang Negara Tambah Banyak

LAMPUNGCORNER.COM, Jakarta — Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Edhi Baskoro Yudhoyono mengultimatum pemerintah terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Menurutnya, pembangunan IKN tidak dipaksakan dalam program prioritas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023.

Karena menurutnya, apabila keuangan negara tidak optimal sebaliknya pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.

“Bagaimana tentang pembangunan IKN, kami tidak ‘apriori’ dengan keputusan negara, membangun ibukota Nusantara ini. Tapi tolong direncanakan dengan bijak,” ujar Ibas saat rapat pembahasan RAPBN 2023 bersama tim ahli Kementerian Bappenas di Gedung Parlemen pada Rabu (15/6/2022), dikutip dari laman resmi DPR, Kamis (16/6/2022).

Baca Juga :  Gubernur Lampung Hadiri Halal Bihalal FK PLP, Dukung Persatuan dan Kekeluargaan Perantauan Indonesia

Menurut Ibas, pembangunan IKN akan menyedot anggaran yang sangat besar. Hal ini, lanjutnya, akan berdampak kepada program pemerataan pembangunan nasional yang juga bagian dari program prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sehingga jika kedua program prioritas itu dijalankan secara bersamaan, Ibas khawatir akan terjadi peningkatan terhadap utang negara.

“Apakah diharuskan kita menyedot anggaran negara yang begitu besar untuk IKN saja? Ketimbang kita harus melakukan distribusi pemerataan pembangunan di seluruh tanah air. Dan kalau kita harus memaksakan dua-duanya besar dan tinggi, berarti utang negara kita juga tinggi, yang akhirnya beban hutang negara antar generasi pun menjadi lebih luas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Selama Ramadan 1447 H, ASN Bekerja 32,5 Jam per Pekan

Oleh karena itu, Ibas menyarankan agar agar anggaran pembangunan IKN dapat dikaji ulang dengan menyesuaikan kemampuan keuangan negara.

“Tolong itu juga menjadi diskusi dan perencanaan negara disesuaikan dengan keuangan negara tentu nya, agar kita tidak ada yang dikalahkan dari kacamata program prioritas dan non prioritas tersebut,” tegas ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu. (*)

 

Sumber : Rilis.id

Berita Terkait

Pemprov Lampung Matangkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032
Lampung Catatkan Rekor Inflasi Terendah Nasional, Pemprov Perkuat Kendali Harga Usai Lebaran 2026
Pemprov Lampung Percepat Pembebasan Lahan Sport Center, Kejar Target PON 2032
Upacara HUT ke-62, Wagub Jihan Tegaskan Arah Lampung Maju dan Mandiri Ekonomi
BKD Lampung Belum Pastikan Buka CPNS 2026, Rendi: Jumlah ASN Cukup
Gubernur Lampung Hadiri Halal Bihalal FK PLP, Dukung Persatuan dan Kekeluargaan Perantauan Indonesia
Infrastuktur Lampung Menurun, Data Tunjukan 51% Jalan Kabupaten/Kota Butuh Perbaikan
Turut Berduka, Petinggi Nasdem Takziah ke Rumah Almarhum Tamanuri
Berita ini 937 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:36 WIB

Pemprov Lampung Matangkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032

Senin, 6 April 2026 - 19:37 WIB

Lampung Catatkan Rekor Inflasi Terendah Nasional, Pemprov Perkuat Kendali Harga Usai Lebaran 2026

Rabu, 1 April 2026 - 21:55 WIB

Pemprov Lampung Percepat Pembebasan Lahan Sport Center, Kejar Target PON 2032

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:14 WIB

Upacara HUT ke-62, Wagub Jihan Tegaskan Arah Lampung Maju dan Mandiri Ekonomi

Senin, 30 Maret 2026 - 16:10 WIB

BKD Lampung Belum Pastikan Buka CPNS 2026, Rendi: Jumlah ASN Cukup

Berita Terbaru