LAMPUNGCORNER.COM, Tubaba–Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, sejak tahun 2022. tercatat angka kemiskinan di Kabupaten setempat mencapai 7, 44 persen, atau 20, 720 jiwa.
Sementara angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Tubaba menempati posisi 0,91 persen atau sekitar 2.540 jiwa.
Kondisi tersebut merupakan ketidakmampuan pemerintah Tubaba dalam memenuhi kebutuhan dasar diantaranya.
Kebutuhan makanan, air minum bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses informasi yang tidak hanya terbatas pada pendapatan, juga akses pada layanan sosial.
Menanggapi itu Pejabat Bupati Tubaba M.Firsada, meminta seluruh jajarannya dapat membuat terobosan program yang terintegrasi melalui kolaborasi dan intervensi lintas sektoral utama sektor Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Perekonomian dan Infrastruktur.
“Dari 9 Kecamatan se Kabupaten Tiga diantaranya menyumbang angka kemiskinan ekstrem terbesar. Pertama, Kecamatan Tulangbawang Tengah persentase penduduk masuk kategori miskin ekstrem sebesar 23,38 persen atau 594 jiwa. Kecamatan Tumijajar sebesar 12,36 persen atau 314 jiwa, dan Kecamatan Lambu Kibang pada angka 11,22% atau sebanyak 285 jiwa” Kata Firsada pada (6/9/2023).
Menurutnya, upaya penyempurnaan komitmen dalam penanggulangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, Pemerintah Kabupaten Tubaba telah menetapkan target penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem tahun 2023 sampai dengan tahun 2026.
“Rencana target angka kemiskinan tahun 2023 sebesar 7,3 persen, tahun 2024 sebesar 7,15 persen, tahun 2025 sebesar 7 persen dan tahun 2026 turun menjadi 6,85 persen” Katanya.
Kata dia, problematika kemiskinan memiliki beragam faktor penyebab yang kompleks, oleh karenanya diperlukan keterlibatan intervensi lintas sektor dengan penanganan yang spesifik sesuai dengan karakteristik masing-masing lokus wilayah.
“Upaya penanggulangan kemiskinan itu, Pemerintah Tubaba telah membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), dengan harapan dapat mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem” Harapnya. (*)
















