Data Statistik Angka Kemiskinan Tubaba mencapai 20,720 Jiwa

- Jurnalis

Rabu, 6 September 2023 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNGCORNER.COM, Tubaba–Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, sejak tahun 2022. tercatat angka kemiskinan di Kabupaten setempat mencapai 7, 44 persen, atau 20, 720 jiwa.

Sementara angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Tubaba menempati posisi 0,91 persen atau sekitar 2.540 jiwa.

Kondisi tersebut merupakan ketidakmampuan pemerintah Tubaba dalam memenuhi kebutuhan dasar diantaranya.

Kebutuhan makanan, air minum bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses informasi yang tidak hanya terbatas pada pendapatan, juga akses pada layanan sosial.

Menanggapi itu Pejabat Bupati Tubaba M.Firsada, meminta seluruh jajarannya dapat membuat terobosan program yang terintegrasi melalui kolaborasi dan intervensi lintas sektoral utama sektor Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Perekonomian dan Infrastruktur.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Torehkan Prestasi Nasional, Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif Sektor Pertanian

“Dari 9 Kecamatan se Kabupaten Tiga diantaranya menyumbang angka kemiskinan ekstrem terbesar. Pertama,  Kecamatan Tulangbawang Tengah persentase penduduk masuk kategori miskin ekstrem sebesar 23,38 persen atau 594 jiwa. Kecamatan Tumijajar sebesar 12,36 persen atau  314 jiwa, dan Kecamatan Lambu Kibang pada angka 11,22% atau sebanyak 285 jiwa” Kata Firsada pada (6/9/2023).

Menurutnya, upaya penyempurnaan komitmen dalam penanggulangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, Pemerintah Kabupaten Tubaba telah menetapkan target penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem tahun 2023 sampai dengan tahun 2026.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya, Siapkan Kebangkitan Desa Adat dan Wisata Budaya Lampung

“Rencana target angka kemiskinan tahun 2023 sebesar 7,3 persen, tahun 2024 sebesar 7,15 persen, tahun 2025 sebesar 7 persen dan tahun 2026 turun menjadi 6,85 persen” Katanya.

Kata dia, problematika kemiskinan memiliki beragam faktor penyebab yang kompleks, oleh karenanya diperlukan keterlibatan intervensi lintas sektor dengan penanganan yang spesifik sesuai dengan karakteristik masing-masing lokus wilayah.

“Upaya penanggulangan kemiskinan itu,  Pemerintah Tubaba telah membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), dengan harapan dapat mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem” Harapnya. (*) 

Berita Terkait

MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026
Danbrigif 4 Mar/BS Perkuat Kolaborasi Pertahanan Melalui Audiensi kepada Pangdam XXI/RI
Kapolsek Kedondong Jalin Silaturahmi ke Ponpes Ibnu Muhtaram Tanjung Kerta Way Khilau
Penerima Manfaat Keracunan, Ketua Karang Taruna Tegineneng Minta DPRD dan Pemda Pesawaran Evaluasi SPPG Trimulyo
Viral! Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian, Enam Bulan Dirumahkan Tanpa Surat
LSM KPK RI Lampung Resmi Lantik Pengurus DPC Pesawaran
DPD Nasdem Pesawaran Gelar Pelatihan Konten Kreator, Upaya Tingkatkan Kreatifitas dan Inovasi Kader
Jumat Berkah! Gebrakan DPD Nasdem Pesawaran, Cukur Gratis dan Bersih Rumah Ibadah
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:38 WIB

MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:32 WIB

Danbrigif 4 Mar/BS Perkuat Kolaborasi Pertahanan Melalui Audiensi kepada Pangdam XXI/RI

Senin, 27 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kapolsek Kedondong Jalin Silaturahmi ke Ponpes Ibnu Muhtaram Tanjung Kerta Way Khilau

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:58 WIB

Penerima Manfaat Keracunan, Ketua Karang Taruna Tegineneng Minta DPRD dan Pemda Pesawaran Evaluasi SPPG Trimulyo

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:39 WIB

Viral! Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian, Enam Bulan Dirumahkan Tanpa Surat

Berita Terbaru