LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Wakil Ketua II DPRD Lampung Hj. Ririn Kuswantari, S.Sos., M.H. dan Anggota DPRD setempat menghadiri pemberian gelar Doktor Honoris Causa untuk Gubernur Arinal Djunaidi.
Acara tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Universitas Lampung (Unila), Kamis (16/10/2023). Turut hadir Sekretaris DPRD Lampung Hj. Tina Malinda, S.Sos., M.M.
Arinal mendapat gelar Doktor HC atas capaian program Kartu Petani Berjaya (KPB) yang dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan para petani di Lampung.
Sidang promosi dimulai dengan pembukaan oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng.
Dalam prosesnya meraih gelar Doktor HC, Gubernur Arinal memaparkan program KPB di hadapan komisi penguji dan ratusan tamu undangan yang hadir.
Arinal mengatakan KPB telah berhasil meningkatkan hasi produksi pertanian di berbagai jenis komoditas.
Seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, alpukat, nanas, lada, kopi, tebu, karet, kakao, pisang, dan kelapa.
Capaian itu di antaranya produksi padi Lampung nomor 6 nasional, ubi kayu, jagung dan nanas nomor 1 nasional.
Kemudian pisang nomor 3 nasional, lada nomor 2 nasional dan tebu juga nomor 2 nasional.
Di sektor peternakan, KPB juga berdampak positif menaikkan populasi hewan ternak.
Seperti sapi jadi peringkat 7 nasional, kambing peringkat 3 nasional, ayam pedaging peringkat 9 nasional, dan ayam petelur peringkat 7 nasional.
“Program KPB ini menghubungkan semua kepentingan pertanian dan peternakan. Dengan tujuan mencapai kesejahteraan petani dan semua pihak yang terlibat,” kata Arinal dalam paparannya.
Peserta KPB, kata Arinal mendapatkan berbagai manfaat. Di antaranya kepastian mendapat benih, pupuk, obat-obatan.
Kemudian kepastian pasar produksi pertanian dengan harga yang menguntungkan, serta bantuan permodalan dalam bentuk Kredit Usaha Tani.
“Peserta KPB juga mendapat beasiswa untuk anak petani yang berprestasi di berbagai jenjang Pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Ada juga bantuan pembinaan manajemen usaha dan teknologi. Serta layanan BPJS Ketenagakerjaan dan Asuransi Jasindo,” bebernya.
Dampak besarnya, jelas Arinal yaitu peningkatan kesejahteraan Masyarakat dan menekan angka kemiskinan.
Ia memaparkan, di tahun 2017, persentase kemiskinan di Lampung sebesar 13,69 persen. Namun di tahun 2022 sudah berhasil ditekan menjadi 11,44 persen.
Hal itu kata Arinal tidak terlepas dari dampak program PKB yang dirasakan langsung oleh Masyarakat. Baik petani, pelaku usaha kecil dan juga pengusaha besar.
Setelah presentasi, acara dilanjutkan dengan sidang dan ujian promosi yang dihadiri Komisi Promosi Doktor Unila terdiri dari Rektor, para promotor internal dan eksternal, Dekan FEB Unila, promotor dan co-promotor utama.
Sebanyak 8 penguji mengajukan beberapa pertanyaan secara bergantian kepada Arinal terkait KPB. Salah satu penguji menanyakan apakah KPB ini bisa diterapkan hingga ke tingkat nasional.
Menjawab hal itu, Arinal memastikan program KPB ini bisa diadopsi oleh setiap pemerintah daerah baik di kabupaten/kota dan provinsi.
Bahkan pemerintah pusat juga bisa menerapkan program ini untuk kemajuan dan kesejahteraan para petani di Indonesia. (Advertorial)











