Konsumen Keluhkan Bayar Mahal, PDAM Sebut karena Menunggak

- Jurnalis

Jumat, 11 Juni 2021 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PDAM Pesawaran Togatorop. FOTO: RILISIDLAMPUNG/ Kiki

Direktur Utama PDAM Pesawaran Togatorop. FOTO: RILISIDLAMPUNG/ Kiki

LAMPUNGCORNER.COM, PesawaranBeberapa konsumen PDAM Pesawaran mengeluhkan mahalnya biaya langganan air. Bahkan, ada yang sampai memutuskan berhenti berlangganan.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) PDAM Pesawaran Togatorop menjelaskan beratnya beban konsumen ini karena mereka sebelumnya menunggak pembayaran.

Tuti, warga Bagelen menerangkan, dirinya memutuskan tidak berlangganan lagi karena setiap bulan harus membayar Rp285 ribu.

”Dulu padahal standarnya Rp80 ribu. Pemakaian biasa aja. Masak bayar PDAM lebih mahal dari listrik. Listrik cuma Rp65 ribu. Mending pakai air sumur saja,” katanya, Selasa (8/6/2021).

Baca Juga :  Tokoh Adat Soroti Dampak Tambang PT Yudistira: Lingkungan Rusak, CSR Dinilai Nihil

Menurutnya, saat pandemi seperti sekarang mahalnya biaya air makin membuat kehidupan jadi sulit.

”Ada biaya beban juga, dipakai tak dipakai Rp45 ribu untuk pemakaian dari 0 hingga 10 meter kubik,” paparnya.

Terpisah, Togatorop menerangkan tak ada kenaikan tarif air sejak 2014. Konsumen yang mengeluhkan pembayaran mahal lantaran akumulasi tagihan.

“Yang dibayarkan pelanggan sesuai pemakaian kok. Kita tidak mungkin nambah-nambahin, bisa di-complain,” terangnya.

Baca Juga :  SPPG Binong Way Layap Diresmikan, Libatkan UMKM hingga Petani Lokal

Untuk menertibkan pelanggan, PDAM saat ini melaksakanan Operasi Penertiban Air Minum (OPAM) kepada  9.000 pelanggan di tujuh kecamatan.

Kecamatan dimaksud yaitu Waylima, Gedongtataan, Kedondong, Wayratai, Waykhilau, Padangcermin, dan Punduh Pedada,

”Kita mulai (OPAM) dari Gedongtataan, nanti baru ke unit lain,” terangnya.

Dia meminta pelanggan rutin membayar air setiap bulan agar biaya tagihan tidak menumpuk. (*)

Red

Berita Terkait

SPPG Binong Way Layap Diresmikan, Libatkan UMKM hingga Petani Lokal
Tokoh Adat Soroti Dampak Tambang PT Yudistira: Lingkungan Rusak, CSR Dinilai Nihil
Petani Kakao dan Lada Pesawaran Dibina Badan Riset Prancis, Siap Tembus Pasar Ekspor
Apel Siaga HKB 2026, Wabup Pesawaran Tekankan Kolaborasi dan Mitigasi Risiko
Pertumbuhan Ekonomi Pesawaran Capai 5,38 Persen, Musrenbang Siapkan Arah Pembangunan 2027
Siap Amankan Mudik Lebaran 2026, Bupati Nanda Hadiri Rakor Lintas Sektoral di Polda Lampung
Safari Ramadan di Gerning, Bupati Nanda Serap Aspirasi dan Dorong Perbaikan Infrastruktur
Safari Ramadan, Bupati Nanda Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Kaum Duafa
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:17 WIB

SPPG Binong Way Layap Diresmikan, Libatkan UMKM hingga Petani Lokal

Senin, 25 Mei 2026 - 13:48 WIB

Tokoh Adat Soroti Dampak Tambang PT Yudistira: Lingkungan Rusak, CSR Dinilai Nihil

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:28 WIB

Petani Kakao dan Lada Pesawaran Dibina Badan Riset Prancis, Siap Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 30 April 2026 - 21:39 WIB

Apel Siaga HKB 2026, Wabup Pesawaran Tekankan Kolaborasi dan Mitigasi Risiko

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:08 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Pesawaran Capai 5,38 Persen, Musrenbang Siapkan Arah Pembangunan 2027

Berita Terbaru