LampungCorner.com,Tubaba– Upaya percepatan penurunan stunting dan mendukung pembangunan keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) membahas 5 program unggulan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).
Rakor tersebut dilaksanakan oleh Pemkab Tubaba melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) di Wisma Asri, Tiyuh (Desa) Tirta Makmur, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), pada Rabu (21/05/2025).
Plt.Kepala DPPKB Tubaba, Wahyudi, menerangkan keberhasilan program percepatan penurunan stunting tidak mungkin ditentukan oleh Kemendukbangga/BKKBN atau DPPKB saja, tetapi dibutuhkan dukungan komitmen, kepedulian, partisipasi, dan kerja sama dari para pemangku kepentingan dan mitra kerja di seluruh tingkatan wilayah khususnya di Kabupaten Tubaba.
“Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan penurunan prevalensi stunting di Indonesia adalah (0,1%), dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 prevalensi stunting secara Nasional masih cukup tinggi (21,5%). Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting menjadi prioritas pembangunan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021. Angka prevalensi ditargetkan dapat diturunkan menjadi 14 persen di tahun 2024, dan menurut SSGI 2022 prevalensi stunting Kabupaten Tubaba sebesar (22,1%), tahun 2023 menurut SKI sebesar 16,4%, dan tahun 2024 sebesar 10,50%,” terang Wahyudi.
Wahyudi menjelaskan, intervensi pencegahan stunting dapat melalui intervensi spesifik melalui tindakan langsung terkait gizi dan kesehatan seperti pemberian makanan bergizi dan suplementasi vitamin. Kemudian, intervensi sensitif, tindakan tidak langsung yang mendukung pencegahan seperti perbaikan sanitasi dan edukasi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris DPPKB Tubaba, Wita, mengungkapkan adapun 5 program Kemendukbangga yang menjadi fokus penerapan dalam penurunan angka stunting adalah, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), dan Super Apps tentang Keluarga.
“Jadi Rakor hari ini sekaligus kita mensosialisasikan program-program Kemendukbangga tersebut kepada TPPS Kabupaten, yang bertujuan untuk mendukung pembangunan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, juga penyamaan persepsi terkait penginputan data stunting dari setiap instansi. Kami selaku leading sektor program penurunan stunting memberikan apresiasi untuk tetap semangat dan tetap optimis kepada semua pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting di Tubaba,” pungkasnya.
Berdasar pantauan media, turut hadir pada Rakor tersebut, unsur atau perwakilan dari Bapperida, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, Baznas, para Camat, Kepala Puskesmas, Ahli Gizi, serta Penyuluh KB se Kabupaten Tubaba. (Rian).
















