Inspektorat Periksa Oknum ASN, GMPK Duga Alkes RSUD Disewakan

- Jurnalis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Lampung Utara, Tomy Suciadi.

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Lampung Utara, Tomy Suciadi.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Misteri hilangnya alat kesehatan (alkes) Radiologi X-Polymobile Plus milik RSUD H.M. Ryacudu Kotabumi belum juga menemukan titik terang. Meski peralatan vital senilai ratusan juta rupiah itu telah kembali, publik sulit menerima begitu saja narasi bahwa alat tersebut “hilang lalu ditemukan”.

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Lampung Utara, Tomy Suciadi, memastikan pihaknya kini fokus memproses dugaan pelanggaran disiplin oknum pegawai berinisial TS, yang disebut-sebut terlibat dalam penghilangan alkes tersebut.

“Kami sudah membentuk tim gabungan dari Inspektorat, Dinas Kesehatan, dan BKPSDM. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung. Sanksinya akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran, mulai dari penundaan kenaikan pangkat, penurunan jabatan, hingga pemecatan ASN,” tegas Tomy, Rabu (27/8/2025).

Baca Juga :  Bangkitkan Tradisi Qurani dan Kejar Prestasi, MTQ ke-45 Tingkat Kabupaten Lampura Kembali Bergema

Namun, ia menegaskan bahwa Inspektorat hanya bergerak pada ranah disiplin ASN. “Jika ada indikasi lain, termasuk unsur pidana, itu menjadi kewenangan aparat penegak hukum,” tambahnya.

Sementara itu, humas Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Lampung Utara, Adi Rasyid, menilai ada kejanggalan besar dalam kasus ini.

“Bagaimana mungkin alat yang dinyatakan hilang selama berbulan-bulan, dicari ke mana-mana tidak ketemu, tapi tiba-tiba bisa kembali? Dugaan kami, alkes itu tidak pernah benar-benar hilang, melainkan disewakan atau dipinjamkan ke pihak lain,” ujar Adi Rasyid.

Baca Juga :  Tangis Haru Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Lampura, Wabup Romli Sampaikan Duka untuk Tiga Jemaah Wafat

Kecurigaan tersebut diperkuat oleh pernyataan seorang sales marketing alat kesehatan yang tidak mau disebutkan namanya. Ia menyebut praktik penyewaan alat medis, termasuk radiologi, sudah lama terjadi di sejumlah rumah sakit.

*Melalui sistem kerja sama operasional (KSO) atau penyewaan, tarifnya bisa mencapai Rp50 juta per tahun, tergantung jenis alat dan kesepakatan,” ungkapnya.

Menurutnya, modus ini kerap dilakukan ketika rumah sakit terbebani biaya perawatan alat, atau ada oknum yang sengaja mencari keuntungan pribadi dari aset daerah. (*)

Berita Terkait

FPP UMKO Latih Peternak Buat Konsentrat, Solusi Pakan Sehat di Tengah Musim Kemarau
Sukses Jadi Tuan Rumah, Abung Selatan Puncaki MTQ ke-45 Lampura
Bangkitkan Tradisi Qurani dan Kejar Prestasi, MTQ ke-45 Tingkat Kabupaten Lampura Kembali Bergema
Final Piala Dunia 2026, Lampura Gelar Nobar Serentak di Tiga Lokasi: Ada Kuis Berhadiah hingga Lomba Gaple
Meski Ada Pemotongan Anggaran, Kualitas Makanan Program MBG di Lampura Dijamin Tetap Terjaga
PEKSIMIDA 2026 Cabang Monolog Digelar di UMKO: Unila Juara, UMKO Raih Prestasi Membanggakan
Pelantikan DDII Lampura Jadi Momentum Perkuat Konsolidasi Dakwah dan Kemitraan
Jembatan Rapuh Penghubung Tiga RT di Kotabumi Selatan Belum Tersentuh Perbaikan
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:08 WIB

FPP UMKO Latih Peternak Buat Konsentrat, Solusi Pakan Sehat di Tengah Musim Kemarau

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:25 WIB

Sukses Jadi Tuan Rumah, Abung Selatan Puncaki MTQ ke-45 Lampura

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:42 WIB

Bangkitkan Tradisi Qurani dan Kejar Prestasi, MTQ ke-45 Tingkat Kabupaten Lampura Kembali Bergema

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Final Piala Dunia 2026, Lampura Gelar Nobar Serentak di Tiga Lokasi: Ada Kuis Berhadiah hingga Lomba Gaple

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:56 WIB

Meski Ada Pemotongan Anggaran, Kualitas Makanan Program MBG di Lampura Dijamin Tetap Terjaga

Berita Terbaru