LampungCorner.com, LAMPUNG TIMUR – Kepedulian terhadap lingkungan dan dunia pendidikan kembali ditegaskan oleh Bank Rakyat Indonesia melalui program BRI Peduli CSR. Kali ini, bantuan berupa satu unit mobil pengangkut sampah disalurkan kepada Yayasan Pendidikan Perjuangan Purwokencono yang berada di Desa Purwokencono, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur.
Bantuan tersebut menjadi wujud nyata dukungan BRI dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik. Kehadiran mobil pengangkut sampah ini diharapkan mampu menunjang pengelolaan kebersihan di lingkungan yayasan sekaligus menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan sejak dini.
Kepala Cabang BRI BO Metro, Jamali, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BRI yang berfokus pada sektor pendidikan dan lingkungan.
“Melalui program BRI Peduli ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kebersihan lingkungan. Kami berharap mobil pengangkut sampah ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman,” ujar Jamali.
Ia menegaskan, BRI tidak hanya berorientasi pada layanan perbankan, tetapi juga berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha.
“Lingkungan yang bersih merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar. Jika lingkungan sekolah terjaga, anak-anak dapat belajar dengan lebih fokus dan sehat. Ini adalah bagian dari komitmen BRI untuk terus hadir dan memberi manfaat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Perjuangan Purwokencono, Gunardi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada BRI, khususnya BRI BO Metro, atas bantuan mobil pengangkut sampah ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena selama ini pengelolaan sampah masih dilakukan secara terbatas,” ungkap Gunardi.
Menurutnya, keberadaan mobil tersebut akan sangat membantu proses pengangkutan sampah dari lingkungan sekolah ke tempat pembuangan akhir.
Selain meningkatkan kebersihan, fasilitas ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.
Gunardi berharap sinergi antara dunia pendidikan dan sektor perbankan dapat terus terjalin di masa mendatang, tidak hanya dalam bentuk bantuan sarana, tetapi juga melalui berbagai program lain yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di desa tersebut.
Program BRI Peduli sendiri merupakan wujud komitmen BRI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Bantuan satu unit mobil pengangkut sampah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan dan institusi pendidikan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Langkah sederhana ini diharapkan menjadi awal dari perubahan besar: lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat, dan berdaya saing bagi generasi penerus bangsa. (*)
Editor: Furkon Ari










