Pemprov Lampung Siapkan Skema Kebijakan Ekonomi, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mulai merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika global yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi daerah.

Salah satu fokus utama adalah menyusun skema kebijakan untuk mengantisipasi dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Pembahasan Rancangan Awal Perubahan RKPD 2026 dan Prioritas Pelaksanaan APBD 2026 yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, di ruang kerjanya, Rabu (25/3/2026).

Rapat dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, di antaranya Bappeda dan BPKAD.

Baca Juga :  Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba

Sekdaprov Marindo menegaskan, pemerintah daerah harus menyiapkan langkah mitigasi yang terukur dan adaptif terhadap perkembangan global.

Menurutnya, konflik internasional berpotensi memicu ketidakpastian ekonomi yang berdampak hingga ke daerah.

“Kita harus menyiapkan berbagai bentuk mitigasi terhadap situasi global yang berkembang akibat konflik Timur Tengah. Bappeda dan BPKAD perlu melihat kondisi secara komprehensif untuk menentukan langkah yang bisa diambil,” ujar Marindo.

Ia menekankan, kebijakan yang disusun harus mampu melindungi masyarakat dari potensi tekanan ekonomi.

Baca Juga :  Habiburokhman Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

Pemerintah provinsi juga berkomitmen agar langkah antisipatif yang diambil tidak justru menambah beban masyarakat.

Selain itu, penyesuaian anggaran diminta tidak mengganggu program prioritas daerah.

Sejumlah program strategis seperti hilirisasi, peningkatan produksi pertanian, program Desaku Maju, serta pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus utama.

“Program prioritas harus tetap berjalan. Kita tidak ingin langkah antisipasi ini justru menghambat agenda pembangunan yang sudah direncanakan, terutama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Panaragan Jaya
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Minggu, 27 September 2026 - 13:01 WIB

Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II

Jumat, 25 September 2026 - 21:49 WIB

Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 21:00 WIB

60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak

Jumat, 25 September 2026 - 10:31 WIB

Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Minta Biaya Haji Tak Membebani Jemaah

Selasa, 29 Sep 2026 - 07:19 WIB