Pangdam XXI/Raden Inten Lampung Temui Massa Aksi, Janji Kawal Kasus Penyiraman Aktivis KontraS

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menemui puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan bersama masyarakat sipil di halaman Kantor DPRD Provinsi Lampung, Selasa (7/4/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menuntut agar kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andre Yunus, dibawa ke peradilan umum serta dikenakan pasal terorisme dan percobaan pembunuhan.

Kristomei mengapresiasi aksi damai yang dilakukan mahasiswa. Ia menilai, sikap kritis tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

“Saya bangga mahasiswa tetap menyampaikan aspirasi dan menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah,” ujarnya.

Ia memastikan seluruh tuntutan yang disampaikan akan diteruskan ke pimpinan TNI di tingkat pusat, termasuk kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Panglima TNI, agar mendapat perhatian serius.

“Seluruh aspirasi akan kami sampaikan ke TNI pusat, kepada KSAD dan Panglima TNI agar mendapat atensi,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Gelar Forum Pembahasan CSR Lampung, Dorong Program Prioritas Pembangunan Daerah

Kristomei juga menegaskan komitmennya untuk mengawal penanganan kasus tersebut, termasuk mengusut empat terduga pelaku hingga mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa itu.

“Terkait empat terduga pelaku, termasuk siapa aktor intelektualnya, akan kita kawal bersama,” tegasnya.

Ia turut menjamin tidak akan ada tindakan represif terhadap masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam menyampaikan aspirasi di wilayah Lampung. Bahkan, ia membuka ruang dialog seluas-luasnya.

“Untuk Provinsi Lampung, saya pastikan tidak ada tindakan represif. Silakan sampaikan aspirasi, bisa langsung ke Kodam. Saya terbuka, bahkan jika diundang ke kampus, saya siap hadir,” ujarnya.

Kristomei juga mendorong mahasiswa menyertakan kajian akademis dalam setiap penyampaian aspirasi agar dapat didiskusikan secara konstruktif.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Lampung Melawan, Ahmad Kevin Jonatan, menegaskan pihaknya mendesak pengusutan tuntas kasus penyiraman terhadap Andre Yunus.

Ia juga mengecam berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang masih terjadi.

Baca Juga :  UKW Angkatan 38 PWI Lampung Dibuka, Pemprov Dorong Jurnalisme Berkualitas

Adapun tuntutan massa aksi meliputi:

• Memproses kasus Andre Yunus melalui peradilan umum serta menerapkan pasal terorisme dan percobaan pembunuhan.

• Mengungkap secara terbuka aktor intelektual di balik penyiraman air keras.

• Menghentikan tindakan represif dan kriminalisasi terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat.

Saat ini, penanganan kasus masih dalam tahap penyelidikan. Pihak TNI telah mengambil langkah awal dengan menetapkan sejumlah terduga pelaku, namun proses hukum disebut membutuhkan waktu.

“Penanganan kasus ini tidak bisa dibalikkan telapak tangan, semua butuh proses,” pungkas Kristomei

Selain tuntutan nasional, mereka juga mendesak agar konflik agraria di Lampung Dalam aksi tersebut, Aliansi Lampung Melawan juga menyoroti persoalan konflik agraria di sejumlah wilayah di Lampung, seperti Register 44, Anak Tuha, dan Sabah Balau.

Mereka juga meminta pemerintah segera menyelesaikan konflik tersebut dan mewujudkan reforma agraria yang dinilai berpihak kepada masyarakat. (*)

Berita Terkait

Pinjaman Rp140 Miliar Disepakati, Pemkab Lampura Prioritaskan Perbaikan 17 Ruas Jalan
Bidik 10 Ribu Peserta Kick Off, Tim Humas HPN-Porwanas Perkuat Strategi Medsos
149 Kebakaran di Bandar Lampung, Kerugian Tembus Rp1,75 Miliar
Listrik Masih Jadi Biang Kebakaran di Bandar Lampung, 149 Kasus Terjadi di 2026
Kapolsek Kedondong Jalin Silaturahmi ke Ponpes Ibnu Muhtaram Tanjung Kerta Way Khilau
Penerima Manfaat Keracunan, Ketua Karang Taruna Tegineneng Minta DPRD dan Pemda Pesawaran Evaluasi SPPG Trimulyo
Zulhas Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Siap Hadir di Kick-off 10K
Jebak Korban via MiChat, Komplotan Begal Bersenjata di Lampura Dibekuk Satreskrim
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:25 WIB

Pinjaman Rp140 Miliar Disepakati, Pemkab Lampura Prioritaskan Perbaikan 17 Ruas Jalan

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:21 WIB

Bidik 10 Ribu Peserta Kick Off, Tim Humas HPN-Porwanas Perkuat Strategi Medsos

Senin, 27 Juli 2026 - 19:04 WIB

149 Kebakaran di Bandar Lampung, Kerugian Tembus Rp1,75 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 - 18:58 WIB

Listrik Masih Jadi Biang Kebakaran di Bandar Lampung, 149 Kasus Terjadi di 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kapolsek Kedondong Jalin Silaturahmi ke Ponpes Ibnu Muhtaram Tanjung Kerta Way Khilau

Berita Terbaru