Sejumlah Apotek Akui Stok Obat Covid-19 Kosong, Diskes: Benar, Sudah Dua Bulan

- Jurnalis

Selasa, 27 Juli 2021 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

eberapa apotek mengaku sudah kehabisan stok obat covid-19 sejak beberapa bulan lalu. Seperti salah satunya Apotek Enggal di Bandarlampung, Selasa (27/7/2021). FOTO: Sulaiman

eberapa apotek mengaku sudah kehabisan stok obat covid-19 sejak beberapa bulan lalu. Seperti salah satunya Apotek Enggal di Bandarlampung, Selasa (27/7/2021). FOTO: Sulaiman

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Sejumlah apotek yang berada di Bandarlampung mengaku kekurangan stok obat untuk pasien covid-19.

Jenis obat seperti Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin juga sulit dicari bahkan persediaannya kosong.

Kekosongan stok obat tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) kota Bandarlampung Edwin Rusli saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (27/7/2021).

Edwin mengatakan, pihaknya masih meminta persediaan obat kepada pusat, namun hingga saat ini belum sampai.

“Kondisi sekarang memang ada yang kosong, sudah sejak dua bulan,” ungkapnya.

Edwin mengatakan, ketiga jenis obat anti virus covid-19 masih ada di diskes.

Tetapi untuk di apotek bergantung dengan penyedia. Apalagi ketiga obat itu memang sangat dibutuhkan, sehingga sering habis.

Baca Juga :  Turut Berduka, Petinggi Nasdem Takziah ke Rumah Almarhum Tamanuri

Obat-obat yang tersedia di diskes, lanjut Edwin, masih dipersiapkan untuk disalurkan ke pasien-pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah, jumlahnya sebanyak 1.300 paket.

“Tapi ini belum kita bagikan, karena masih menunggu satu obat yang belum ada, anti virusnya belum ada. Nanti masyarakat hubungi petugas kecamatan saja,” ujarnya.

Menurut salah satu petugas Apotek Enggal yang berada di Jalan Raden Intan, Bandarlampung mengaku stok Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin sudah tidak ada saat pandemi covid-19 meningkat.

“Kehabisan sebelum Kota Bandarlampung menerapkan PPKM Darurat pada 12 Juli lalu. Dari distributornya memang kosong, sudah minta dan memang tidak ada,” ujarnya tanpa mau menyebut nama, Selasa siang.

Baca Juga :  Tim Kesehatan Selidiki Dugaan Keracunan Telur Asin di Sukadana

Sementara itu, salah satu apoteker di Apotek K-24 di Jalan Teuku Umur Rina Siti Nurul Husna menerangkan, sudah sebulan lalu ketiga obat tersebut tidak ada. Malahan Azithromycin sudah tidak boleh ada stoknya lagi.

“Favipiravil biasanya itu distok di rumah sakit, kalau yang di apotek itu biasanya avigan. itu juga sudah satu bulan tidak dikirim distributor,” ujarnya.

Menurutnya, permintaan akan obat Covid-19 tersebut cukup banyak, namun ia harus menolaknya karena memang tidak ada stok.

“Sebetulnya banyak permintaan dari obat covid-19 tersebut, cuma kita tolak karena tidak ada stoknya,” ujarnya. (*)

Red

Berita Terkait

Pemprov Lampung dan Kodam XXI/Raden Intan Tingkatkan Kapasitas Bersama di Bidang Komunikasi Publik
Wagub Jihan Hadiri Hajatan Akbar PMII Lampung, Dorong Sinergi Pembangunan Daerah
Gubernur Mirza Buka Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam di Lampung Timur
Peran Strategis GRANAT Provinsi Lampung, Program P4GN Fokus Memutus Rantai Narkoba
Gubernur Mirza Bentuk Tim Koordinasi dan Fasilitasi Penanganan Penyelesaian Masalah Pertanahan di Lampung
Gubernur Mirza Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional 2026
DPRD Kota Bandar Lampung Gelar Rapat Paripurna, Sebanyak 33 Anggota Dewan Hadir
Kejuaraan Cabang ORADO Kabupaten Pesawaran Sukses Digelar, Bidik Atlet Berkualitas dan Profesional
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 13:35 WIB

Pemprov Lampung dan Kodam XXI/Raden Intan Tingkatkan Kapasitas Bersama di Bidang Komunikasi Publik

Senin, 20 April 2026 - 09:41 WIB

Wagub Jihan Hadiri Hajatan Akbar PMII Lampung, Dorong Sinergi Pembangunan Daerah

Sabtu, 18 April 2026 - 23:11 WIB

Gubernur Mirza Buka Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam di Lampung Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 19:58 WIB

Peran Strategis GRANAT Provinsi Lampung, Program P4GN Fokus Memutus Rantai Narkoba

Jumat, 17 April 2026 - 22:27 WIB

Gubernur Mirza Bentuk Tim Koordinasi dan Fasilitasi Penanganan Penyelesaian Masalah Pertanahan di Lampung

Berita Terbaru