LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Ada suka duka menjadi seorang penggali kubur pasien covid-19. Seperti mereka yang bertugas di tempat pemakaman umum (TPU) khusus pasien covid-19 yang meninggal di Jalan Konci Inpres, Kelurahan Keteguhan, Kota Bandarlampung. Sekitar 30 penggali kubur setiap hari bekerja TPU tersebut.
Meski sadar akan terpapar covid-19, namun mereka tetap bekerja demi kebutuhan sehari-hari dan demi kemanusiaan.
Muhadi, Ketua RT 04 Lingkungan III disana menceritakan keluh kesah para penggali yang selalu ia temani. Muhadi menjelaskan, pekerjaan ini merupakan bentuk kebersamaan dan sosial warganya. Selain itu juga menjadi tempat bekerja baru di masa pandemi.
“Para tukang gali kubur ini awalnya tukang bangunan. Namun karena kondisi seperti ini banyak yang diberhentikan sementara. Mau tidak mau ikut jadi tukang gali kubur,” ungkapnya saat ditemui usai melaksanakan pemakaman, Selasa (27/7/2021).
Muhadi menerangkan, menjadi tukang gali kubur khusus pasien covid-19 harus selalu siap siaga. Siang dan malam. Bahkan dalam kondisi hujan, pihaknya membangun tenda terlebih dahulu.
“Waktunya tidak tentu, dan bergantung perintah atau permintaan keluarga. Kalau minta malam ya kita kerjakan malam,” kisahnya.
Menurutnya, dalam sehari petugas bisa memakamkan sedikitnya 2-3 jenazah. Sampai kini sudah ada 125 jenazah yang dimakamkan di TPU tersebut.
“Pernah sehari tiga, tapi seringnya hanya dua,” tukasnya mengingat-ingat.
Sementara Muhadi mengaku, biaya satu lubang makam itu Rp2 juta untuk dibagi seluruh penggali.
“Pernah lubang sudah gali, ternyata tidak terjadi dimakamkan, jadi kami tidak dapat bayaran. Itu sering terjadi,” kata dia.
Saat ditanya apakah khawatir atau tidak dengan paparan covid-19, Muhadi berkata hingga kini mereka bersyukur belum ada yang terpapar. (*)
Red















