Pandemi Memaksa Para Tukang Bangunan Beralih Profesi Jadi Penggali Kubur Khusus Covid-19

- Jurnalis

Selasa, 27 Juli 2021 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Ada suka duka menjadi seorang penggali kubur pasien covid-19. Seperti mereka yang bertugas di tempat pemakaman umum (TPU) khusus pasien covid-19 yang meninggal di Jalan Konci Inpres, Kelurahan Keteguhan, Kota Bandarlampung. Sekitar 30 penggali kubur setiap hari bekerja TPU tersebut.

Meski sadar akan terpapar covid-19, namun mereka tetap bekerja demi kebutuhan sehari-hari dan demi kemanusiaan.

Muhadi, Ketua RT 04 Lingkungan III disana menceritakan keluh kesah para penggali yang selalu ia temani. Muhadi menjelaskan, pekerjaan ini merupakan bentuk kebersamaan dan sosial warganya. Selain itu juga menjadi tempat bekerja baru di masa pandemi.

Baca Juga :  Kisah Haru Multazam, Jemaah Haji Termuda Lampura yang Menunaikan Amanah Orang Tua

“Para tukang gali kubur ini awalnya tukang bangunan. Namun karena kondisi seperti ini banyak yang diberhentikan sementara. Mau tidak mau ikut jadi tukang gali kubur,” ungkapnya saat ditemui usai melaksanakan pemakaman, Selasa (27/7/2021).

Muhadi menerangkan, menjadi tukang gali kubur khusus pasien covid-19  harus selalu siap siaga. Siang dan malam. Bahkan dalam kondisi hujan, pihaknya membangun tenda terlebih dahulu.

“Waktunya tidak tentu, dan bergantung perintah atau permintaan keluarga. Kalau minta malam ya kita kerjakan malam,” kisahnya.

Baca Juga :  HKTI Lampung Berkurban, Dua Desa di Lampung Selatan Terima Bantuan Sapi

Menurutnya, dalam sehari petugas bisa memakamkan sedikitnya 2-3 jenazah. Sampai kini sudah ada 125 jenazah yang dimakamkan di TPU tersebut.

“Pernah sehari tiga, tapi seringnya hanya dua,” tukasnya mengingat-ingat.

Sementara Muhadi mengaku, biaya satu lubang makam itu Rp2 juta untuk dibagi seluruh penggali.

“Pernah lubang sudah gali, ternyata tidak terjadi dimakamkan, jadi kami tidak dapat bayaran. Itu sering terjadi,” kata dia.

Saat ditanya apakah khawatir atau tidak dengan paparan covid-19, Muhadi berkata hingga kini mereka bersyukur belum ada yang terpapar. (*)

Red

Berita Terkait

Peringati HUT ke-26, PWP Ulubelu dan CSR PGE Tebar Kepedulian untuk Teman Disabilitas
Bela Budaya 2026 Ditunggu Masyarakat, Panitia Percepat Finalisasi Persiapan
HKTI Lampung Berkurban, Dua Desa di Lampung Selatan Terima Bantuan Sapi
Kisah Haru Multazam, Jemaah Haji Termuda Lampura yang Menunaikan Amanah Orang Tua
398 Jemaah Haji Lampung Utara Dilepas, Ini Pesan Bupati Hamartoni
232 Calon Haji Kloter 14 Lampung Timur Diberangkatkan, Ini Pesan Penting Bupati Ela
Dari Panggung ke Pengabdian, Muli Mekhanai Lampura 2026 Siap Bawa Nama Baik Daerah
Pentingnya Menanam Pohon, Ini 5 Manfaatnya!
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:58 WIB

Peringati HUT ke-26, PWP Ulubelu dan CSR PGE Tebar Kepedulian untuk Teman Disabilitas

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:50 WIB

Bela Budaya 2026 Ditunggu Masyarakat, Panitia Percepat Finalisasi Persiapan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:03 WIB

HKTI Lampung Berkurban, Dua Desa di Lampung Selatan Terima Bantuan Sapi

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:03 WIB

Kisah Haru Multazam, Jemaah Haji Termuda Lampura yang Menunaikan Amanah Orang Tua

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:07 WIB

398 Jemaah Haji Lampung Utara Dilepas, Ini Pesan Bupati Hamartoni

Berita Terbaru