Tak Cuma Soal Gula, Ini Faktor Lain Pemicu Diabetes yang Sering Diabaikan

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNGCORNER.COM — Anggapan bahwa sekali atau dua kali mengonsumsi minuman manis bisa langsung menyebabkan diabetes masih kerap beredar di masyarakat.

Padahal, penelitian terbaru menunjukkan risiko diabetes tidak hanya dipengaruhi oleh konsumsi gula, tetapi juga pola hidup secara keseluruhan.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) edisi 30 Juni 2026.

Penelitian dilakukan pada remaja untuk melihat hubungan antara konsumsi minuman berpemanis (Sugar-Sweetened Beverages/SSBs), perilaku sedentari, dan risiko prediabetes.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi minuman manis dan rendahnya aktivitas fisik dengan peningkatan risiko prediabetes.

Artinya, semakin sering seseorang mengonsumsi minuman berpemanis dan semakin minim aktivitas fisik, semakin besar peluang mengalami gangguan kadar gula darah.

Baca Juga :  Pistachio Makin Populer, Benarkah Baik untuk Kesehatan?

Namun demikian, peneliti menegaskan bahwa gula bukan satu-satunya penyebab diabetes.

Penyakit ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, berat badan, hingga faktor genetik.

Karena itu, anggapan bahwa “sekali minum es teh manis langsung kena diabetes” dinilai sebagai informasi yang menyesatkan.

Penelitian juga menemukan bahwa minuman berpemanis rasa susu menjadi jenis yang paling banyak dikonsumsi responden.

Di sisi lain, mayoritas remaja menghabiskan waktu berjam-jam untuk aktivitas minim gerak, seperti menggunakan gawai atau komputer untuk hiburan.

Kombinasi kedua kebiasaan tersebut dinilai meningkatkan risiko gangguan metabolisme sejak usia muda.

Baca Juga :  Kapolsek Kedondong Jalin Silaturahmi ke Ponpes Ibnu Muhtaram Tanjung Kerta Way Khilau

Para peneliti mendorong pentingnya edukasi terkait konsumsi gula yang bijak. Mengurangi frekuensi minuman manis, memperbanyak konsumsi air putih, serta meningkatkan aktivitas fisik menjadi langkah sederhana untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.

Selain itu, skrining kesehatan sejak dini juga dinilai penting guna mendeteksi risiko prediabetes sebelum berkembang menjadi diabetes.

Hasil penelitian ini sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Yang perlu diwaspadai bukan hanya gula, melainkan pola hidup tidak sehat secara keseluruhan.

Mengendalikan konsumsi minuman manis dan tetap aktif bergerak menjadi kunci menjaga kesehatan metabolik, terutama sejak usia remaja. (*)

Berita Terkait

Kapolsek Kedondong Jalin Silaturahmi ke Ponpes Ibnu Muhtaram Tanjung Kerta Way Khilau
Pistachio Makin Populer, Benarkah Baik untuk Kesehatan?
Lebih Kental dan Tinggi Protein, Ini Keunggulan Greek Yogurt
Madu Jadi Primadona Skincare, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Tak Hanya Paru-paru, Polusi Juga Serang Kulit
Kulit Sehat Bukan Cuma Skincare, Ini Kunci Lainnya
Salah Merawat Alat Makeup Picu Risiko Iritasi dan Infeksi Kulit
Sering Ngopi? Ternyata Bisa Bikin Otak Lebih Awet
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kapolsek Kedondong Jalin Silaturahmi ke Ponpes Ibnu Muhtaram Tanjung Kerta Way Khilau

Senin, 27 Juli 2026 - 09:47 WIB

Pistachio Makin Populer, Benarkah Baik untuk Kesehatan?

Senin, 27 Juli 2026 - 09:43 WIB

Lebih Kental dan Tinggi Protein, Ini Keunggulan Greek Yogurt

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:07 WIB

Madu Jadi Primadona Skincare, Ini Kandungan dan Manfaatnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:03 WIB

Tak Cuma Soal Gula, Ini Faktor Lain Pemicu Diabetes yang Sering Diabaikan

Berita Terbaru