Kelola Rp12,05 Miliar Pengadaan, BPKAD Lampura Utamakan Transparansi dan Akuntabilitas

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala BPKAD Lampura, Iskandar Helmi. Foto dok

Plt Kepala BPKAD Lampura, Iskandar Helmi. Foto dok

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menegaskan bahwa pengelolaan belanja daerah tidak semata-mata berorientasi pada penyerapan anggaran. Setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan perekonomian daerah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPKAD Lampura, Iskandar Helmi, mengatakan pihaknya terus mendorong penguatan tata kelola keuangan melalui digitalisasi pengadaan barang dan jasa.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola keuangan daerah. Digitalisasi pengadaan menjadi bagian dari upaya menciptakan proses belanja yang lebih transparan, efisien, dan tepat sasaran,” kata Iskandar, Jumat (14/8/2026).

Komitmen tersebut sejalan dengan data Rencana Pengadaan Tahun Anggaran 2026. BPKAD Lampura mengelola 262 paket pengadaan dengan nilai rencana sekitar Rp12,05 miliar. Dari total tersebut, sebanyak 168 paket dilaksanakan melalui penyedia, sedangkan 94 paket menggunakan mekanisme swakelola.

Menariknya, mayoritas paket yang dikelola melalui penyedia telah memanfaatkan sistem elektronik. Sebanyak 161 paket atau 95,8 persen dari total 168 paket pengadaan melalui penyedia menggunakan mekanisme E-Purchasing.

Bagi BPKAD, pemanfaatan sistem elektronik bukan sekadar mengubah cara bertransaksi. Digitalisasi diarahkan agar seluruh proses pengadaan terdokumentasi dengan baik sehingga setiap tahapan belanja lebih mudah ditelusuri, diawasi, dan dipantau.

Baca Juga :  Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang, Puluhan Ribu Warga Mengungsi

Meski demikian, Iskandar menegaskan bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir. Penggunaan sistem elektronik harus tetap berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap regulasi, kewajaran harga, kesesuaian kebutuhan, kualitas barang dan jasa, serta pertanggungjawaban pada setiap tahapan pengadaan.

“Kami terus mendorong agar setiap rupiah belanja daerah tidak hanya terserap, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan dan perekonomian daerah,” ujarnya.

Selain mempercepat digitalisasi, BPKAD Lampura juga mencatat sebanyak 167 paket pengadaan melalui penyedia telah mendukung penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN).

Menurut Iskandar, kebijakan tersebut penting agar belanja pemerintah memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Dana yang dibelanjakan pemerintah diharapkan tidak berhenti sebagai transaksi administratif semata, tetapi juga mampu menggerakkan produsen, distributor, pelaku usaha, hingga tenaga kerja dalam negeri.

Dengan nilai rencana pengadaan mencapai Rp12,05 miliar, transparansi menjadi unsur penting untuk memastikan belanja pemerintah tidak hanya selesai secara administratif. Keberhasilan pengelolaan keuangan daerah, menurutnya, tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang terserap.

Baca Juga :  Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

Yang lebih penting adalah memastikan setiap belanja sesuai kebutuhan, dilaksanakan melalui proses yang benar, serta menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

BPKAD juga mencatat Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar sekitar Rp1,92 miliar. Pos anggaran tersebut disiapkan sebagai instrumen untuk mengantisipasi kebutuhan yang bersifat mendesak dan tidak terduga sesuai ketentuan yang berlaku.

Iskandar menegaskan, penguatan tata kelola keuangan akan terus dilakukan dengan mengedepankan profesionalitas dan akuntabilitas. Menurutnya, capaian 95,8 persen penggunaan E-Purchasing merupakan bagian dari proses pembenahan tata kelola. Sistem digital membuka ruang dokumentasi dan pengawasan yang lebih baik, namun substansi pengadaan tetap menjadi faktor utama.

“Digitalisasi menjadi alat. Transparansi menjadi prinsip. Sedangkan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi ukuran akhirnya,” tegasnya.

Ia berharap pengelolaan keuangan daerah ke depan semakin profesional, transparan, dan tepat sasaran sehingga setiap belanja pemerintah benar-benar memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.

“Kami ingin pengelolaan keuangan daerah semakin profesional, transparan dan tepat sasaran, sehingga belanja pemerintah benar-benar memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah,” pungkas Iskandar. (*)

Berita Terkait

Gubernur Mirza dan Bupati Hamartoni Cek Jalan Lampura, Rp76 Miliar Disiapkan Lewat Inpres
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026
Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB Bogor, 4 Diduga Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN
Sinyal Terakhir 5 Jurnalis, 2 ABK dan 1 Pemandu yang Hilang di Selat Sunda Terdeteksi di Pulau Sebesi
98 Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB di Lampung Berganti, Ini Daftar Lengkapnya
Pemkab Lampura Buka Seleksi 11 JPTP, Berikut Jadwal dan Syaratnya
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 21:00 WIB

60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak

Senin, 21 September 2026 - 21:32 WIB

Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026

Jumat, 18 September 2026 - 21:21 WIB

Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung

Selasa, 15 September 2026 - 22:59 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB Bogor, 4 Diduga Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN

Minggu, 13 September 2026 - 08:11 WIB

Sinyal Terakhir 5 Jurnalis, 2 ABK dan 1 Pemandu yang Hilang di Selat Sunda Terdeteksi di Pulau Sebesi

Berita Terbaru

Kesbangpol Lampura dan FKDM gelar koordinasi sekaligus ''Ngopi Bareng'' bersama masyarakat di Desa Sinar Mulya, Kecamatan Tanjung Raja, Selasa (29/9/2026).

LAMPUNG UTARA

Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:16 WIB