LampungCorner.com, TUBABA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba) kembali menggencarkan upaya pengendalian inflasi daerah melalui Pasar Murah Gerakan Serentak Penetrasi Pasar. Kegiatan tersebut digelar di Pasar Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kamis (3/9/2026).
Dalam pelaksanaan kali ini, pemerintah menyediakan sebanyak 1 ton beras SPHT dan 150 dus Minyakita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membantu warga mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tubaba, Eri Budi Santoso, yang mewakili Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tubaba, Achmad Nazarudin, mengatakan program penetrasi pasar tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.
Pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama dengan 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung serta Perum Bulog. Untuk tahap awal, program tersebut direncanakan berlangsung hingga akhir tahun 2026 dengan ketersediaan stok yang diperkirakan mencukupi sampai akhir tahun.
“Program Penetrasi Pasar ini merupakan program Pemprov Lampung yang dilaksanakan bekerja sama dengan 15 kabupaten/kota serta Perum Bulog. Untuk tahap awal, kegiatan ini direncanakan berlangsung hingga akhir tahun 2026, dan ketersediaan stok diperkirakan mencukupi sampai akhir tahun,” ujar Eri Budi Santoso.
Ia menambahkan, Pemkab Tubaba secara rutin menggelar pasar murah di Pasar Pulung Kencana dengan menggandeng Perum Bulog.
Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Diskoperindag Tubaba sebagai salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Adapun komoditas yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut meliputi beras SPHT dan Minyakita. Demi memastikan distribusi berjalan merata, pemerintah memberlakukan pembatasan pembelian bagi setiap warga.
Masyarakat diperbolehkan membeli maksimal 2 liter Minyakita dan 2 sak beras kemasan 5 kilogram untuk setiap orang.
Menurut Eri Budi Santoso, program penetrasi pasar menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan laju inflasi daerah, serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Melalui program ini, Pemkab Tubaba berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pangan,” pungkasnya. (*)
















