Limbah Tambang Emas Ilegal Dibuang ke Sungai, Warga Kedondong Diduga Keracunan Merkuri

- Jurnalis

Senin, 13 September 2021 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi pengolahan emas yang diduga ilegal. Foto: Kiki

Lokasi pengolahan emas yang diduga ilegal. Foto: Kiki

LAMPUNGCORNER.COM, Pesawaran — Beberapa kali berurusan dengan polisi, penambang emas ilegal di Kabupaten Pesawaran tak kunjung jera.

Limbah pengolahan emas pun dibuang langsung ke aliran Sungai Way Ratai. Akibatnya, penduduk Desa Sinar Harapan Kecamatan Kedondong gatal-gatal.

Mereka diduga keracunan air yang diperkirakan bercampur merkuri atau air raksa (Hg). Merkuri umum dipakai untuk pengolahan emas. 

Akitivitas penambang ilegal ini diperkirakan sudah berlangsung lama. Namun sampai sekarang seolah tak tersentuh. Jumlahnya puluhan orang. 

Abdul Rohim, warga Desa Sinar Harapan adalah salah satu yang terdampak.

Menurutnya, warga yang mempergunakan air Sungai Way Ratai untuk mandi, seluruhnya mengeluhkan gatal. 

Baca Juga :  Sukadadi Bawa Nama Lampung di Kampung Pancasila KASAD Award 2026

“Akibat limbah emas ini juga air sungai pun tak sejernih biasanya. Apalagi saat kemarau,” ujar Rohim, Sabtu (11/9/2021). 

Wartawan sempat mencoba untuk mengonfirmasi Tk di Dusun 7 Desa Sinar Harapan. Ia diduga salah satu penambang emas ilegal. 

Di tempatnya terlihat mesin glundung sedang beroperasi. Mesin ini dipergunakan untuk memisahkan pasir dan emas. 

Sayang, Tk tidak berada di tempat. Di sana hanya ada istrinya beserta beberapa pekerja. 

“Bapaknya sedang ke luar Mas. Nggak tahu saya,” kata istri Tk ketika ditanyakan masalah izin penambangan emas, dilansir dari rilislampung.id (group lampungcorner.com), Senin (13/9/2021).

Baca Juga :  BGN Tutup 1.999 Dapur MBG karena Belum Daftar SLHS

Sementara, Kepala Desa Sinar Harapan, Giyarto, tidak bisa ditemui. Telepon genggamnya pun beberapa kali dihubungi dalam keadaan tidak aktif.

Akitivitas penambangan emas ilegal diketahui terus terjadi sepanjang aliran Sungai Way Ratai.

Aparat Polres Pesawaran bahkan pernah menangkap dua penambang emas ilegal pada Februari 2021.

Keduanya NY (36) dan BM (26), warga Wates Kecamatan Way Ratai. Mereka diduga menambang emas ilegal di Desa Bunut Seberang, Way Ratai. (*) 

Red

Berita Terkait

Narkoba Ancam Generasi Muda, Pemkab dan Kejari Pesawaran Perkuat Pencegahan
Pesawaran Jadi yang Pertama di Lampung, PAC ABPEDNAS 11 Kecamatan Resmi Dilantik
Jaga Swasembada Pangan, Nanda Indira Minta Pendampingan Petani Diperkuat
Kakao Pesawaran Jangan Lagi Dijual Basah, Harga Bisa Melonjak hingga Rp80 Ribu per Kilogram
Sukadadi Bawa Nama Lampung di Kampung Pancasila KASAD Award 2026
Musda KNPI Pesawaran Dipastikan Digelar Tahun Ini, Bursa Kepemimpinan Pemuda Mulai Menghangat
KPU Pesawaran Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Triwulan III
Membanggakan! Desa Sidodadi Wakili Lampung di 12 Besar Desa Cantik Nasional
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Narkoba Ancam Generasi Muda, Pemkab dan Kejari Pesawaran Perkuat Pencegahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Pesawaran Jadi yang Pertama di Lampung, PAC ABPEDNAS 11 Kecamatan Resmi Dilantik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Jaga Swasembada Pangan, Nanda Indira Minta Pendampingan Petani Diperkuat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Kakao Pesawaran Jangan Lagi Dijual Basah, Harga Bisa Melonjak hingga Rp80 Ribu per Kilogram

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Sukadadi Bawa Nama Lampung di Kampung Pancasila KASAD Award 2026

Berita Terbaru

Lampungcorner.com

Karhutla Way Kambas Mereda Usai Hujan, Gubernur Pastikan Satwa Aman

Senin, 26 Okt 2026 - 18:20 WIB