LampungCorner.com,Tubaba— Di tengah perjuangan panjang melawan kanker payudara, secercah harapan hadir bagi Ibu Ningsih (46), warga Tiyuh (Desa) Bandar Dewa, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tubaba, menyalurkan bantuan akomodasi pengobatan guna meringankan beban biaya selama proses perawatan. Bantuan tersebut diberikan melalui program Baznas Sehat sebesar Rp2.000.000, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menjalani pengobatan serius di luar daerah.
Penyerahan bantuan berlangsung hangat dan penuh empati di kediaman warga penerima bantuan. Hadir dalam kesempatan itu Camat TBT Mardiono, Ketua Baznas Tubaba bersama Waka III, perwakilan Kepala Tiyuh Bandar Dewa melalui Kasi Kesra, serta perwakilan Puskesmas Panaragan Jaya yang diwakili Kepala TU dan dokter yang menangani pasien, Rabu (11/02/2026).
Selama satu tahun terakhir, Ibu Ningsih menjalani serangkaian pengobatan yang tidak ringan. Ia telah menjalani dua kali kemoterapi dari total delapan tahap yang direncanakan. Setelah seluruh tahapan kemoterapi selesai, ia dijadwalkan menjalani tindakan operasi lanjutan di RS Jenderal Ahmad Yani Metro.
Proses pengobatan di luar daerah tersebut tentu memerlukan biaya tambahan, terutama untuk transportasi, konsumsi, serta kebutuhan pendamping selama masa perawatan. Kondisi inilah yang menjadi perhatian Baznas Tubaba untuk turut hadir membantu.
Ketua Baznas Tubaba H.Purwanto menyampaikan bahwa program Baznas Sehat merupakan salah satu wujud komitmen lembaganya dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan biaya pengobatan, khususnya kebutuhan akomodasi yang kerap menjadi kendala.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban serta menjadi penyemangat bagi Ibu Ningsih dan keluarga untuk terus optimis menjalani proses pengobatan hingga tuntas,” ujarnya.
Camat TBT Mardiono, mengapresiasi langkah cepat Baznas Tubaba yang dinilainya konsisten hadir membantu masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan Baznas menjadi wujud nyata kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Sementara itu, Dokter Rani yang turut mendampingi menjelaskan bahwa dukungan moral dan fasilitas penunjang sangat berperan dalam menjaga kondisi psikologis pasien.
“Semangat dan dukungan dari berbagai pihak sangat membantu pasien dalam menjalani proses pengobatan yang panjang,” jelasnya.
Bagi Ibu Ningsih dan keluarganya, bantuan tersebut bukan sekadar nilai materi. Lebih dari itu, bantuan menjadi simbol perhatian dan kepedulian yang menumbuhkan harapan baru di tengah perjuangan yang melelahkan.
Melalui program-program kemanusiaan seperti Baznas Sehat, Baznas Tubaba terus berupaya menjadi jembatan kebaikan, menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah agar memberi manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong khususnya di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai. (Rian)










