Teratas LTT Padi di Lampung, Tubaba Catat Produksi Padi 77 Ribu Ton, Jagung 5 Ribu Ton, Singkong 632 Ribu Ton

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kadis TPHP Tubaba menerima penghargaan peringkat 1 LTT Padi Lampung

Foto : Kadis TPHP Tubaba menerima penghargaan peringkat 1 LTT Padi Lampung

LampungCorner.com, Tubaba — Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), mencatatkan prestasi gemilang di sektor pertanian. Sepanjang 2025, produksi padi Tubaba menembus 77.659 ton, sekaligus mengantarkan daerah ini meraih peringkat pertama kontribusi Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Provinsi Lampung.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Tubaba, Sarwo Haddy Sumarsono, didampingi Plt. Sekretaris Sayu Made Budiarni, Selasa (20/01/2026).

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi Tubaba dalam menjaga produksi padi meski menghadapi keterbatasan infrastruktur irigasi.

“Sepanjang 2025, luas tanam padi di Tubaba mencapai 19.885,97 hektare, dengan realisasi luas panen 16.736,95 hektare. Dari luasan itu, total produksi padi mencapai 77.659,08 ton,” ujar Sarwo.

Produksi padi terbesar berasal dari Kecamatan Tumijajar dengan capaian 30.800,18 ton, disusul Tulang Bawang Tengah sebesar 22.025,52 ton, dan Tulang Bawang Udik sebanyak 11.073,82 ton. Kecamatan lain seperti Batu Putih, Gunung Terang, dan Gunung Agung turut berkontribusi menopang produksi daerah.

Sarwo menjelaskan, meski sebagian besar lahan masih bergantung pada sistem irigasi Way Rarem yang rentan saat musim kemarau, produksi padi tetap terjaga berkat pengembangan padi tadah hujan dan padi gogo yang semakin luas diusahakan petani.

Atas kinerja tersebut, Tubaba berhasil mencatatkan kontribusi LTT padi sebesar 60,31 persen, tertinggi di Provinsi Lampung pada 2025.

“Capaian ini menunjukkan komitmen petani dan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan serta program swasembada pangan nasional,” tegasnya.

Selain padi, komoditas jagung juga mencatatkan produksi yang relatif stabil. Sepanjang 2025, luas tanam jagung mencapai 921 hektare, dengan luas panen 920,75 hektare. Total produksi jagung tercatat 5.955,41 ton.

“Produksi jagung terbesar berasal dari Kecamatan Tulang Bawang Tengah sebesar 1.578,19 ton dan Kecamatan Gunung Terang sebesar 1.571,72 ton, yang menjadi sentra utama jagung di Tubaba,” tuturnya.

Meski demikian, Sarwo mengungkapkan bahwa pengembangan jagung masih dihadapkan pada keterbatasan bantuan benih, sehingga berdampak pada tingginya biaya produksi petani. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas TPHP mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Polri, serta peningkatan pendampingan teknis di lapangan.

“Kalau di sektor ubi kayu atau singkong, Tubaba juga mencatat produksi yang sangat tinggi. Sepanjang 2025, luas tanam ubi kayu mencapai 20.209 hektare, dengan luas panen 23.698,50 hektare. Total produksi ubi kayu tercatat 632.560,36 ton,” paparnya.

Produksi terbesar berasal dari Kecamatan Tulang Bawang Tengah dengan 180.144,31 ton, disusul Gunung Agung sebesar 147.873,68 ton, dan Tulang Bawang Udik sebanyak 128.842,28 ton.

Namun, Sarwo menegaskan bahwa tantangan utama komoditas ubi kayu bukan pada aspek produksi, melainkan ketidakstabilan harga singkong di tingkat petani.

“Produksi yang tinggi belum tentu berbanding lurus dengan kesejahteraan petani jika harga tidak stabil. Ini menjadi perhatian serius kami ke depan,” terangnya.

Menghadapi 2026, Pemerintah Kabupaten Tubaba melalui Dinas TPHP telah menetapkan sejumlah arah kebijakan strategis, diantaranya, peningkatan luas tanam dan panen padi di seluruh kecamatan, peningkatan indeks pertanaman hingga IP 3 pada lahan potensial, optimalisasi lahan non-irigasi dan tadah hujan, peningkatan produksi jagung melalui dukungan benih dan sarana produksi, serta penguatan peran Satgas Perlindungan Harga Singkong guna menjaga stabilitas harga ubi kayu.

Sarwo berharap dukungan pemerintah pusat dan provinsi, serta sinergi lintas sektor, dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Tubaba.

“Capaian 2025, khususnya peringkat pertama LTT padi di Lampung, menjadi pijakan penting untuk membangun pertanian Tubaba yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berpihak pada petani,” pungkasnya. (Rian)

Berita Terkait

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan
Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah
Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu
Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali
Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan
Novriwan Jaya Buka Manasik Haji 1447 H, 148 CJH Dapat Pembekalan Terintegrasi
Baznas Tubaba Bantu Akomodasi Pengobatan Warga Bandar Dewa
Tersisa Dua Syarat, Pemkab Tubaba Segera Lengkapi Berkas Usulan Sekolah Rakyat
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:09 WIB

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:27 WIB

Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:18 WIB

Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:20 WIB

Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:34 WIB

Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan

Berita Terbaru