LampungCorner.com,Tubaba— Penyelenggaraan layanan kesehatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, sepanjang 2025 masih menghadapi sejumlah tantangan.
Dinas Kesehatan Tubaba mencatat capaian Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) belum memenuhi target, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengalami penurunan persentase, serta sebagian besar Puskesmas Pembantu (Pustu) sudah banyak memerlukan perbaikan fisik.
Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Majril, melalui Sekretaris Eka Riana, menyebutkan realisasi PKG sepanjang 2025 mencapai 24.959 orang atau setara 55,14 persen dari target 45.629 jiwa. Target tersebut ditetapkan sebesar 15 persen dari total penduduk Tubaba. Program PKG sendiri dijalankan secara bertahap sejak Februari hingga Desember 2025 sebagai bagian dari penguatan upaya promotif dan preventif.
Menurutnya, performa PKG menunjukkan tren positif pada semester kedua 2025. Peningkatan signifikan terjadi pada Agustus hingga Oktober, dengan capaian tertinggi tercatat pada September yang mencapai 8.653 pemeriksaan dan melampaui target bulanan.
“Ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pelaksanaan dan meningkatnya kesadaran masyarakat, meskipun secara total target tahunan belum sepenuhnya tercapai,” ujar Eka kepada media, Rabu (21/01/2026).
Ia menambahkan, belum optimalnya capaian PKG dipengaruhi beberapa faktor, seperti terbatasnya sosialisasi, koordinasi lintas perangkat daerah yang belum maksimal, serta keterbatasan alat kesehatan dan bahan medis habis pakai di lapangan.
“Selain PKG, tantangan juga terlihat pada cakupan JKN. Sepanjang 2025, tingkat kepesertaan JKN di Tubaba tercatat 85,54 persen atau sekitar 267.900 jiwa. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 87,91 persen atau 295.105 jiwa,” ungkapnya.
Lanjut dia, penurunan tersebut lebih disebabkan oleh pemutakhiran dan penyelarasan data kependudukan serta bertambahnya jumlah penduduk, yang berdampak pada persentase cakupan.
“Penurunan ini tidak serta-merta menunjukkan menurunnya minat masyarakat terhadap JKN,” katanya.
Permasalahan lain yang turut menjadi perhatian adalah kondisi sarana pelayanan kesehatan tingkat dasar. Dari seluruh Pustu yang ada di Tubaba, hanya dua unit yang dilaporkan dalam kondisi baik. Sisanya mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Sementara itu, seluruh 16 UPTD Puskesmas dan RSUD Tulang Bawang Barat dipastikan masih dalam kondisi baik dan tetap menjadi penopang utama layanan kesehatan dasar maupun rujukan bagi masyarakat.
Eka mengakui, keterbatasan fiskal daerah menjadi kendala utama dalam percepatan rehabilitasi Pustu. Pemerintah daerah, kata dia, saat ini mengupayakan optimalisasi fasilitas yang ada sekaligus mengusulkan dukungan pembangunan dan rehabilitasi melalui Pemerintah Pusat.
“Memasuki 2026, kita menargetkan peningkatan cakupan PKG menjadi 20 persen dari total penduduk, sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2025. Selain itu, penguatan koordinasi lintas sektor serta pembaruan data kepesertaan JKN akan terus dilakukan guna mendorong pencapaian Universal Health Coverage (UHC),” pungkasnya. (Rian)










