LampungCorner.com, TUBABA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Imbauan itu mengingat wilayah Kabupaten Tubaba sejak awal tahun 2024 ini mulai memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi.
“Peringatan itu sudah kita sampaikan kepada seluruh puskesmas yang ada di Tubaba, agar segera melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah adanya kasus DBD. Apalagi sampai menyebabkan kematian,” ujar Kepala Dinkes Tubaba, Majril diwakili Sekretaris Eka Riana saat dikonfirmasi Lampung Corner, pada Senin (15/01/2024).
Menurut Eka Riana, adapun bentuk pencegahan yang harus dilakukan jajaran pihak Puskesmas, diantaranya adalah melaksanakan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus secara berkelanjutan bersama dengan masyarakat serta aparatur Tiyuh (Desa).
“Adapun 3M Plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia. Selain itu, kebersihan lingkungan juga harus tetap dijaga,” paparnya.
Eka menerangkan, sebagai bentuk kewaspadaan pihaknya melalui Puskesmas secara bertahap mulai membagikan bubuk Abate kepada masyarakat untuk ditaburkan di tempat-tempat penampungan air yang susah untuk dikuras guna mencegah berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti. Kemudian, logistik untuk fogging juga dipersiapkan untuk berjaga-jaga jika ditemukan kasus.
“Pencegahan yang juga dapat dilakukan oleh masyarakat adalah dengan mengetahui beberapa gejala demam berdarah, seperti demam hingga 38-40 derajat celcius yang diikuti dengan rasa sakit kepala parah, serta nyeri otot dan sendi hingga area di belakang mata. Jika merasakan itu, maka segeralah lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan,” tuturnya.
Untuk diketahui, pada tahun 2023 lalu total terdapat 141 kasus DBD tercatat di Kabupaten Tubaba. Namun, semuanya berhasil ditangani dengan baik, sehingga tidak ada yang sampai menyebabkan kematian.
“Untuk tahun ini, Alhamdulillah belum ada kasus DBD. Oleh karenanya, kami berharap kita dapat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Sehingga tidak terjadi lonjakan kasus DBD terhadap masyarakat di wilayah Kabupaten Tubaba,” harapnya. (*)
Laporan: Rian
Editor: Furkon Ari










