LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Raut haru terlihat jelas dari wajah pasangan suami istri Sobari Putra dan Nur Aisyah. Pasangan ini harus kehilangan kedua anaknya sekaligus dalam insiden kecelakaan lalu lintas, Rabu (4/8/2021) siang kemarin.
Berita Terkait: Kecelakaan Maut di Kemiling Renggut Dua Nyawa, Satu Korban Masih Balita
Kedua anak mereka, Daffa Muhammad Putra (15) dan Elsyafina Qurani Putri (3) meninggal dalam tragedi yang terjadi di Simpang Sumber Agung, Jalan Cik Ditiro dan Jalan Wan Abdurahman tersebut.
Siang itu, tak pernah terbayangkan oleh Sobari dan Nur sebagai hari terakhir melihat kedua anaknya. Tangis tak terbendung melihat kedua buah hatinya meninggal untuk selamanya.
Kini, keduanya kini telah beristirahat dengan tenang di pusara yang jaraknya tidak jauh dari kediaman mereka di Jalan Cempaka, Lingkungan Giri Jaya, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung.
Pada Kamis (5/8/2021) siang, suasana berkabung masih terlihat di rumah mereka. Sanak famili berkumpul di ruang tengah berukuran sekitar 3×6 meter tersebut.
Saudara, dan jiran terdekat silih berganti berdatangan mencoba memberikan rasa empati sembari memberikan semangat.
Kedua pasangan nampak tegar menghadapi cobaan hidup nan getir itu.
Saat berkunjung, sambutan hangat terasa ketika memasuki ruangan rumahnya.
Tak banyak ucapan yang keluar dari mulut kedua pasangan itu. Akhirnya, kakak kandung Sobari bernama Cahyadi mau berbagi kisahnya.
Cahyadi mengaku sangat kaget mendengar kejadiaan itu dan mencoba untuk tegar menghadapi kenyataan bahwa kedua keponakannya telah meninggal dunia.
“Kita sudah ikhlaskan kepergiaan kedua anak yang saya anggap sebagai anak saya juga,” ujar Cahyadi dengan mata berkaca-kaca.
Ia menceritakan tentang Daffa dan Elsya, sebutan kedua keponakanya tersebut, saat kejadian ternyata Daffa masih sempat mencari dan mencoba melindungi adiknya.
“Sempat sadar dan mencari adiknya, kemudian Daffa ikut menghembuskan nafas terkahir dalam keadaan memeluk adiknya,” ungkap mantan Ketua Rukun Kematian RT 4 Giri Jaya.
Ia menambahkan, semasa hidup Daffa dikenal anak yang baik. Siswa kelas 3 SMPN 14 Bandarlampung ini selalu menuruti perintah orang tua.
“Daffa ini anak yang baik, selalu momong adiknya di rumah dan terkadang di toko tempat ibunya bekerja,” kenang Cahyadi.
Saat kejadian, mereka ingin ke tempat ibunya bekerja, namun Allah SWT menakdirkan lain.
Cahyadi pun berusaha tegar dan selalu memberikan dukungan kepada adiknya, bahwa ujian musibah ini pasti ada hikmahnya.
“Mereka kuat dan tegar menghadapi musibah ini, Insyallah Daffa dan Elsya meninggal dalam keadaan husnul khotimah,” pungkasnya. (*)
Red















