DBD Terkendali, Dinkes Tubaba Perkuat Pengendalian TB dan Kesehatan Ibu-Bayi

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Sekretaris Dinkes Tubaba Eka Riana

Foto : Sekretaris Dinkes Tubaba Eka Riana

LampungCorner.com,Tubaba — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, melalui Dinas Kesehatan mencatat keberhasilan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2025. Di saat yang sama, Pemkab Tubaba juga terus memperkuat pengendalian Tuberkulosis (TB) serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan bayi sebagai fokus program kesehatan tahun 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Majril, melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Eka Riana, Rabu (21/01/2026), mengatakan sepanjang 2025 tercatat 483 kasus DBD dan seluruh pasien dinyatakan sembuh. Tidak terdapat kasus kematian maupun pasien yang masih menjalani perawatan.

“Ini menunjukkan sistem penanganan DBD berjalan efektif, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit,” ujar Eka saat dikonfirmasi media.

Lonjakan kasus terjadi pada awal tahun, terutama Januari (219 kasus) dan Februari (103 kasus). Setelah itu, tren kasus menurun signifikan hingga hanya 3 kasus pada Desember 2025. Penurunan ini dinilai sebagai hasil kombinasi penguatan layanan kesehatan dan respons cepat petugas di lapangan.

Meski demikian, Dinas Kesehatan mengakui masih menghadapi kendala, terutama rendahnya kesadaran masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta faktor cuaca yang tidak menentu.

Baca Juga :  Pemkab dan DPRD Tubaba Sepakati Arah Perubahan APBD 2026, Fokus Pembangunan dan Kesejahteraan

“Untuk 2026, Pemkab Tubaba menargetkan penguatan PSN berbasis masyarakat dengan pelaksanaan minimal satu kali dalam sepekan, penyuluhan berkelanjutan, fogging fokus, abatenisasi, serta penguatan kerja sama lintas sektor,” jelasnya

Lanjut dia, di bidang Tuberkulosis, capaian penemuan kasus TB sepanjang 2025 baru mencapai 59,4 persen, atau 515 kasus dari target 856 pasien. Capaian ini menunjukkan masih perlunya penguatan penemuan kasus secara aktif, terutama di wilayah dengan capaian rendah.

Beberapa puskesmas mencatat kinerja menonjol, seperti Puskesmas Dayamurni yang melampaui target, sementara sejumlah puskesmas lain masih membutuhkan intervensi intensif. Tantangan utama pengendalian TB meliputi rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala TB, stigma terhadap penderita, serta kendala teknis pengambilan sampel dahak, terutama pada anak-anak.

“TB tidak bisa ditangani hanya oleh tenaga kesehatan. Peran masyarakat sangat penting untuk memutus rantai penularan,” tegasnya.

Pada 2026, strategi penanggulangan TB akan difokuskan pada skrining aktif, investigasi kontak, penyuluhan masif, serta integrasi pemeriksaan TB dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tubaba Q Sehat.

Di sektor kesehatan ibu dan anak, Dinas Kesehatan Tubaba mencatat 2 kasus kematian ibu pasca melahirkan dan 21 kasus kematian bayi sepanjang 2025.

Baca Juga :  Kemarau Melanda, Pemkab Tubaba dan MUI Siapkan Sholat Istisqa

“Kematian ibu disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan dan penyakit penyerta gagal ginjal, sementara kematian bayi didominasi oleh asfiksia, berat badan lahir rendah (BBLR), dan kelainan kongenital,” ungkapnya.

Sebagai langkah respons, Pemkab Tubaba telah membentuk Tim Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) di tingkat kabupaten dan seluruh rumah sakit. Selain itu, penguatan layanan PONED di puskesmas dan PONEK di rumah sakit terus dilakukan untuk meningkatkan penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi.

Eka menegaskan, bahwa kebijakan kesehatan Tubaba pada 2026 akan menitikberatkan pada pendekatan preventif dan promotif, dengan melibatkan peran aktif masyarakat, Pemerintah Tiyuh (Desa), serta lintas sektor.

“Evaluasi 2025 menjadi pijakan penting. Target kami bukan hanya menurunkan angka kasus, tetapi membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Dengan penguatan sistem layanan, edukasi berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor, kita optimistis mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Rian)

Berita Terkait

Kemarau Belum Berakhir, Pemkab Tubaba dan Warga Gelar Salat Istisqa Mohon Turun Hujan
FPRD Tubaba Kaji Rencana Pembangunan Menara Telekomunikasi di Pagar Dewa
RAPI Tubaba Dikukuhkan, Kepedulian Sosial Jadi Pesan Utama
Evaluasi Perubahan APBD 2026, Pemkab Tubaba Terima Masukan dari Pemprov Lampung
Verifikasi Gerai KDMP, Pemkab Tubaba Pastikan Kesiapan KDMP
Kemarau Melanda, Pemkab Tubaba dan MUI Siapkan Sholat Istisqa
Tubaba Perkuat Peran Penyuluh Agama, Dorong Program Pembangunan hingga Akar Rumput
Pemkab dan DPRD Tubaba Sepakati Arah Perubahan APBD 2026, Fokus Pembangunan dan Kesejahteraan
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 08:41 WIB

Kemarau Belum Berakhir, Pemkab Tubaba dan Warga Gelar Salat Istisqa Mohon Turun Hujan

Rabu, 23 September 2026 - 11:27 WIB

FPRD Tubaba Kaji Rencana Pembangunan Menara Telekomunikasi di Pagar Dewa

Rabu, 23 September 2026 - 10:28 WIB

RAPI Tubaba Dikukuhkan, Kepedulian Sosial Jadi Pesan Utama

Senin, 21 September 2026 - 20:18 WIB

Evaluasi Perubahan APBD 2026, Pemkab Tubaba Terima Masukan dari Pemprov Lampung

Senin, 21 September 2026 - 19:31 WIB

Verifikasi Gerai KDMP, Pemkab Tubaba Pastikan Kesiapan KDMP

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:16 WIB