Dinas SDABMBK Masuk Catatan DPRD, Tokoh Masyarakat Minta Bupati Segera Evaluasi

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Lampung Utara, M. Yusrizal.

Ketua DPRD Lampung Utara, M. Yusrizal.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Gagalnya lelang 24 paket proyek infrastruktur senilai Rp27,155 miliar Tahun Anggaran 2025 menyeret Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Lampung Utara ke pusaran sorotan DPRD.

Kegagalan proyek strategis tersebut dinilai bukan sekadar kendala teknis, melainkan cerminan lemahnya kesiapan dinas yang menangani kebutuhan dasar masyarakat.

Ketua DPRD Lampung Utara, M. Yusrizal, secara terbuka mengakui bahwa kegagalan tender massal itu bersumber dari ketidaksiapan pemerintah daerah, khususnya dinas teknis SDABMBK. Padahal, DPRD telah berulang kali mengingatkan agar seluruh tahapan proyek dipersiapkan sejak dini.

“Masalah ini sebenarnya sudah kita tekankan dalam rapat paripurna dan hearing DPRD. Sudah kita bahas. Tapi karena ketidaksiapan mereka, tender akhirnya gagal,” kata Yusrizal saat dihubungi melalui telepon, Kamis (8/1/2026).

Menurut Yusrizal, komunikasi dan koordinasi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara telah dilakukan jauh sebelum kegagalan lelang terjadi. Namun, peringatan tersebut tidak diikuti kesiapan administrasi maupun teknis di lapangan.

Meski demikian, politikus Partai Gerindra itu memastikan paket proyek yang gagal dilelang pada 2025 tetap akan kembali digelar pada awal 2026. Ia menegaskan, anggaran proyek tidak hilang, melainkan tertunda akibat ketidaksiapan dinas terkait.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Dekon Lampura Tak Kunjung Rampung, Pedagang Mulai Pertanyakan Uang yang Disetor

“Kalaupun batal di 2025, dananya tidak hilang. Akan dilelang di awal 2026. Ini sifatnya pekerjaan yang tertunda,” ujarnya.

Yusrizal tidak menampik, kegagalan tender tersebut berdampak langsung pada masyarakat, terutama kondisi jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga. Karena itu, ia meminta masyarakat bersabar, seraya menegaskan DPRD akan memperketat fungsi pengawasan terhadap kinerja dinas teknis.

“Masyarakat jelas terdampak. Kita minta bersabar. DPRD akan mengontrol terus. Dan yang pasti, kinerja Dinas SDABMBK ini menjadi catatan khusus ke depan,” tegasnya.

Nada kritis juga datang dari tokoh masyarakat Lampung Utara. Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menilai, gagalnya 24 proyek infrastruktur tersebut turut menyeret tanggung jawab kepala daerah, terutama dalam penempatan pejabat di sektor strategis.

“Kalau infrastruktur macet, ekonomi masyarakat ikut terhambat. Ini soal salah menempatkan pejabat yang tidak mampu menjalankan program bupati,” ujarnya.

Ia mendesak Bupati Lampung Utara segera mengevaluasi kinerja jajaran dinas teknis agar program pembangunan dan janji politik saat kampanye benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Utara, Alamsyah, juga mengeluarkan pernyataan keras terkait proyek-proyek yang gagal pada 2025. Ia menegaskan, proyek tersebut harus direalisasikan pada awal 2026, bahkan memberi sinyal adanya evaluasi tegas dari Bupati.

Baca Juga :  Geshindo Lampura Ajak Masyarakat Kawal Proyek Jalan, Tekankan Kualitas dan Transparansi

“Kita lihat nanti. Februari ini harus dibangun. Kalau tidak komit, masih molor, apalagi tidak digelar, maka Bupati akan mengevaluasi. Ini ranah kebijakan Bupati, dan beliau bisa marah kalau begini,” ujar Alamsyah.

Pernyataan itu dipandang sebagai peringatan langsung kepada Dinas SDABMBK Lampung Utara, mengingat seluruh tahapan perencanaan hingga pelaksanaan proyek berada di bawah kendali dinas teknis tersebut.

Namun di sisi lain, sumber internal Pemkab Lampung Utara menyebut peluang realisasi proyek gagal tersebut pada 2026 sangat tipis. Pasalnya, seluruh paket proyek bersumber dari APBD murni 2025 dan tidak kembali diusulkan dalam APBD 2026.

“Kalau APBD murni dan tidak terlaksana, dananya bisa dialihkan ke program lain. Ini berbeda dengan DAK yang bisa menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) berlabel kegiatan. Jadi ini bukan SiLPA. Karena itu peluangnya sangat kecil. Tapi tetap kembali ke kebijakan Bupati,” ungkap sumber tersebut. (*)

Berita Terkait

Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon
Sempat Dilanda Kebakaran, Pelayanan Pasien RSUD Ryacudu Kotabumi Kembali Normal
Musyda Fokal IMM Lampura, Suwardi Kembali Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2031
Orgen Tunggal hingga Malam Disorot, PC IMM Lampura Desak Polisi Bertindak dan Minta Bupati Bentuk Perda
HUT ke-81 RI, Hamartoni Ajak Warga Lampura Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan
FPP UMKO Kenalkan Tepung Mocaf, Dorong Masyarakat Kalibening Raya Manfaatkan Pangan Lokal
Ratusan Pelajar Adu Disiplin dan Kekompakan di Lomba PBB HUT RI ke-81 Lampura
Patok Tapal Batas Dipasang, Polemik Wilayah Dua Desa di Lampura Diharapkan Tuntas
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 10:15 WIB

Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Sempat Dilanda Kebakaran, Pelayanan Pasien RSUD Ryacudu Kotabumi Kembali Normal

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Musyda Fokal IMM Lampura, Suwardi Kembali Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2031

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Orgen Tunggal hingga Malam Disorot, PC IMM Lampura Desak Polisi Bertindak dan Minta Bupati Bentuk Perda

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:16 WIB

HUT ke-81 RI, Hamartoni Ajak Warga Lampura Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan

Berita Terbaru