LampungCorner.com,Tubaba– Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mulai menggencarkan program Pengenalan Damkar Sejak Dini.
Kepala DPKP Tubaba, Iskandar, mengatakan bahwa program Pengenalan Damkar Sejak Dini bertujuan mengenalkan peran dan tugas pemadam kebakaran sekaligus memberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang bahaya dan keselamatan dalam kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.
“Ya, Tahun ini kita mulai melaksanakan program Pengenalan Damkar Sejak Dini. Alhamdulillah sudah berjalan, dan beberapa hari lalu kita baru saja menerima kunjungan anak-anak sekolah Paud atau TK untuk memberikan edukasi,” kata Iskandar, saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya, Rabu (14/05/2025).
Menurutnya, pada kegiatan Pengenalan Damkar Sejak Dini itu, pihaknya mengajarkan anak-anak tentang bahaya kebakaran, penyebabnya dan cara mencegahnya. Anak-anak juga diajarkan untuk melaporkan bila terjadi kebakaran atau situasi darurat ke Call Center Damkar.
“Tidak hanya itu, kita juga mengajak secara langsung anak-anak atau peserta didik untuk melihat dan bagaimana cara menggunakan alat-alat pemadam kebakaran yang dimiliki oleh DPKP Tubaba, mulai dari Alat Pelindung Diri (APD), Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga merasakan naik dan berkendara dalam armada mobil pemadam kebakaran bersama personil,” terangnya.
Iskandar menjelaskan, sasaran program Pengenalan Damkar Sejak Dini adalah anak-anak peserta didik mulai dari jenjang Paud, TK, SD, SMP, hingga SMA.
“Pola pelaksanaannya saat ini adalah kerja sama dengan pihak sekolah, dimana pihak sekolah bersurat kepada DPKP untuk meminta fasilitasi dan edukasi kepada kita di kantor DPKP. Namun, kedepannya jika memungkinkan, kita juga merencanakan untuk mengadakan Pengenalan Damkar Sejak Dini ini ke sekolah-sekolah secara langsung, baik di jenjang Paud, TK, SD, SMP, hingga SMA se Tubaba,” jelasnya.
Iskandar juga mengungkapkan, bahwa program Pengenalan Damkar Sejak Dini itu merupakan upaya DPKP dalam menjadikan anak-anak pribadi yang siap dan berani dalam menghadapi situasi darurat baik kebakaran atau bencana lainnya.
“Selain program itu, beberapa program lain juga terus kita gencarkan saat ini, seperti pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di Tiyuh (Desa) yang saat ini sudah ada beberapa yang kita sampaikan ke Kemendagri, serta usulan adanya penambahan armada Damkar baik melalui APBD maupun APBN jika memungkinkan,” pungkasnya. (Rian)










