DPPKB Tubaba Genjot Penurunan Stunting ke 10,7 Persen di 2025

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Plt. Kepala Dinas PPKB Tubaba

Foto : Plt. Kepala Dinas PPKB Tubaba

LampungCorner.com,Tubaba— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus mengintensifkan langkah-langkah strategis untuk menurunkan angka stunting di wilayah setempat.

Tahun 2025 ini, Dinas PPKB Tubaba menargetkan penurunan prevalensi stunting dari data terakhir 13,4 persen menjadi 10,7 persen, sejalan dengan komitmen mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Plt. Kepala Dinas PPKB Tubaba, dr. Wita Hestriani, M.Kes., menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan bangsa. Karena itu, intervensi dilakukan mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak balita,” kata Wita, saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya, Senin (13/10/2025).

Untuk mencapai target tersebut, Dinas PPKB telah melaksanakan serangkaian program terpadu, di antaranya pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh Tiyuh (Desa) dan Kelurahan, sosialisasi gizi seimbang dan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pelayanan KB berkualitas guna mengatur jarak kelahiran dan menekan angka kehamilan berisiko.

Baca Juga :  Wabup Nadirsyah Lepas Kontingen Pramuka Tubaba ke Jambore Nasional XII 2026

“Selain itu, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat melalui Mini Lokakarya di tingkat Kecamatan bersama Puskesmas, Pemerintah Tiyuh, dan berbagai stakeholder. Dinas PPKB juga menggulirkan dua program unggulan, yakni Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting), yang menekankan peran keluarga dan komunitas dalam mempercepat penurunan angka stunting,” jelasnya.

Dalam rangkaian Pekan Edukasi Genting, sebanyak 434 keluarga berisiko terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta mendapatkan edukasi tentang gizi, pola asuh, serta pemantauan pertumbuhan anak. Program ini melibatkan TPK bersama mitra kerja di lapangan agar pendampingan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Dinas PPKB Tubaba juga menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat untuk menyalurkan bantuan nutrisi bagi 400 keluarga sasaran Genting. Tidak hanya itu, sejumlah pihak terutama Pemerintah Tiyuh juga memberikan bantuan pemenuhan gizi untuk anak-anak dan ibu hamil. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat aspek pemenuhan gizi anak-anak rentan dan mendorong penurunan angka stunting secara signifikan,” terangnya.

Baca Juga :  Ratusan Pelajar Tubaba Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Gerak Jalan

Menurutnya, data Dinas Kesehatan hingga Oktober 2025 ini, mencatat masih terdapat 425 balita di Kabupaten Tubaba dengan status gizi kurang, dan data dari DPPKB sejumlah 6.219 keluarga masih berisiko stunting yang tersebar di sembilan Kecamatan di Tubaba. Risiko ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti kelahiran prematur, jarak kelahiran yang terlalu dekat, lingkungan kurang bersih, dan sanitasi yang belum memadai.

“Untuk capaian target tahun ini belum bisa dipastikan berapa persentase penurunannya, karena capaian angka stunting akan kita ketahui secara pasti melalui Survei Kesehatan Indonesia atau Survei Gizi Indonesia dari Kementerian Kesehatan nantinya, mungkin di akhir tahun,” ungkapnya.

Wita memastikan bahwa setiap keluarga berisiko mendapatkan pendampingan dan intervensi yang tepat. Dengan kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat, pihaknya optimistis target 10,7 persen prevalensi stunting bisa tercapai tahun ini.

“Langkah terukur dan kolaboratif sangat diperlukan sebagai komitmen kita bersama dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting,” pungkasnya. (Rian)

Berita Terkait

Ratusan Pelajar Tubaba Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Gerak Jalan
Diskominfo Tubaba Adukan Dugaan Pelanggaran Etika Pers ke Dewan Pers
Wabup Nadirsyah Lepas Kontingen Pramuka Tubaba ke Jambore Nasional XII 2026
Diskominfo Tubaba Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Anggaran Belanja Internet 2026
Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan
Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah
Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu
Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Ratusan Pelajar Tubaba Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Gerak Jalan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Diskominfo Tubaba Adukan Dugaan Pelanggaran Etika Pers ke Dewan Pers

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Wabup Nadirsyah Lepas Kontingen Pramuka Tubaba ke Jambore Nasional XII 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:54 WIB

Diskominfo Tubaba Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Anggaran Belanja Internet 2026

Senin, 6 April 2026 - 17:09 WIB

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Berita Terbaru

TULANGBAWANG BARAT

Ratusan Pelajar Tubaba Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Gerak Jalan

Kamis, 13 Agu 2026 - 15:21 WIB