DPRD Lampung Ungkap Kendala Pembangunan TPA Regional

- Jurnalis

Kamis, 20 Juli 2023 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Lampung Lesty Putri Utami. Foto: Tampan/Rilis.id

Anggota DPRD Lampung Lesty Putri Utami. Foto: Tampan/Rilis.id

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional sudah digagas Pemprov Lampung sejak tahun 2019 lalu. Namun sampai saat ini proses pembangunannya belum juga dimulai.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung menyatakan saat ini progres pembangunan masih tahap master plan yang nantinya akan dilanjut ke tahap studi kelayakan (FS).

Di awal perencanaan, TPA Regional ini dulunya akan dibangun di 3 daerah, yaitu Bandarlampung, Pesawaran dan Lampung Selatan. Namun saat ini mengerucut hanya di satu lokasi saja, yaitu di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Lambatnya progres pembangunan TPA Regional ini dijawab oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami. Ia mengatakan selama beberapa tahun rencana ini tidak bisa berjalan karena terdampak pandemi covid-19.

“Karena waktu pas kita buat rencana tahun 2019 itu tidak ada lanjutannya karena terkendala Covid. Itu saya ingat banget karena saya waktu itu salah satu pimpinan pansus, saya sebagai sekretarisnya,” kata Lesty Putri Utami, Kamis (20/7/223).

“Perda itu inisiasi gubernur dan eksekutif. Saat itu kita buat pansus dan apa yang di perda sebagai naskah akademiknya. Kita sudah kunjungi beberapa daerah, ini salah satu regulasi untuk dibuatkan pergubnya,” jelas Lesty.

Namun semua persiapan itu terhenti sejak awal tahun 2020 lalu setelah Lampung terpapar virus corona. Semua anggaran pemerintah diprioritaskan untuk penanganan pandemi secara menyeluruh.

“Kita sudah menggedor perda selama beberapa bulan tapi akhirnya terjadilah Covid-19 yang tidak kita sangka-sangka. Maka masalah TPA Regional tergantung sampai sekarang,” kata Lesty.

Namun saat ini rencana pembangunan TPA Regional justru mendapat penolakan dari aparatur desa di Pemkab Lampung Selatan. Menanggapi hal itu, Lesty mengatakan DPRD siap melakukan komunikasi untuk mencari jalan tengah.

“Kalau ada penolakan dari masyarakat justru saya belum dengar sama sekali. Tapi kita tetap harus berkomuniasi dengan masyarakat dan stakeholder terkait karena mereka yang punya wilayah,” bebernya.

Yang pasti, tujuan dari TPA regional adalah untuk mengatasi masalah sampah yang sudah overload di beberapa kabupaten/kota.

“Pasti buka komunikasi, yang perlu diingat bahwa lokasi TPA-nya belum tentu juga akan di situ (Natar) karena kan ada beberapa pilihan. Yang pasti regulasinya harus diatur dalam Perda dan sesuai dengan Undang Undang,” tutupnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung, Emilia Kusumawati menyatakan saat ini prosesnya masih tahap master plan. Kemudian dilanjutkan ke tahap studi kelayakan (FS) lalu penganggaran di APBD.

Emilia menjelaskan, TPA regional ini memang dirancang untukg mengcover sampah-sampah yang sudah overload ada di sekitar Bandarlampung. Nantinya pengolahan sampah di TPA regional akan menggandeng investor. Sehingga sampah yang ada di lokasi penimbunan bisa dikonversi menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Nanti gimana caranya kita bermita mencari investor agar ada investor yang membuat tenaga listrik dari sampah. Kita ingin ini jalan, sudah banyak contoh, misalnya di Banten. Kita ingin mencoba itu, investor banyak tapi kan TPA belum ada,” ucapnya. (Advertorial)

Berita Terkait

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital
Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Panaragan Jaya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Minggu, 27 September 2026 - 13:01 WIB

Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II

Jumat, 25 September 2026 - 21:49 WIB

Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 10:31 WIB

Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung

Berita Terbaru

Kesbangpol Lampura dan FKDM gelar koordinasi sekaligus ''Ngopi Bareng'' bersama masyarakat di Desa Sinar Mulya, Kecamatan Tanjung Raja, Selasa (29/9/2026).

LAMPUNG UTARA

Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:16 WIB