Gaji Guru Sertifikasi Belum Terbayar,  Fredy: Kita Panggil BPKAD dan Disdikbud

- Jurnalis

Kamis, 17 Februari 2022 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Tulangbawang Barat – Terkait dugaan persoalan keterlambatan pembayaran sejumlah gaji guru sertifikasi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, Polres Tubaba segera lakukan penyelidikan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Tubaba AKBP Sunhot.P Silalahi didampingi Kasat Reskrim AKP Fredy Ariza Putra Parina saat di Konfirmasi lampungcorner.com, Kamis (17/2/2022).

Kata Fredy, terkait permasalahan gaji sertifikasi guru atau tenaga kependidikan di Tubaba belum terbayarkan, itu sudah kita dengar dan menjadi perhatian.

“Sementara ini kami belum dapat memastikan apakah itu dibenarkan atau salah, karena kita juga mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Fredy.

Karena itu lanjut dia, saat ini pihaknya sedang merencanakan dalam waktu dekat akan melakukan penyelidikan.

Baca Juga :  Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

“Kita akan segera memanggil pihak terkait terutama BPKAD dan Disdikbud Tubaba, mengapa hal itu dapat terjadi dan baru diketahui sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, sekretaris BPKAD Tubaba Mukmin menuturkan, lantaran proses akhir tahun 2021 lalu ada kendala Cut Off RTGS dari Bank Indonesia, maka pihaknya hendak mencairkan sisanya di Januari, namun terkendala harus  memerlukan kembali surat perintah membayar dari Disdikbud.

“BPKAD Tubaba pada prinsipnya siap membayar kapan pun, baik sekarang, nanti, atau juga ingin dibayar sekaligus di uang sertifikasi triwulan pertama 2022,” katanya.

Baca Juga :  Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Sementara itu. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tubaba, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Rensi, menjelaskan.

“Total uang sertifikasi guru yang belum terbayar sekitar Rp.8,023 Miliar. Dan itu menggunakan anggaran bersumber dari Pusat atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” terangnya.

Berkaitan kendala mengapa gaji sertifikasi tersebut belum dibayar kami juga kurang paham, sebab itu ranahnya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Kita hanya sebatas pengajuan, bahkan kami  kira itu sudah terbayarkan,” imbuhnya.

(drn)

 

 

Berita Terkait

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan
Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah
Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu
Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali
Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan
Novriwan Jaya Buka Manasik Haji 1447 H, 148 CJH Dapat Pembekalan Terintegrasi
Baznas Tubaba Bantu Akomodasi Pengobatan Warga Bandar Dewa
Tersisa Dua Syarat, Pemkab Tubaba Segera Lengkapi Berkas Usulan Sekolah Rakyat
Berita ini 164 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:09 WIB

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:27 WIB

Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:18 WIB

Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:20 WIB

Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:34 WIB

Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan

Berita Terbaru